468x60bannerad

Monday, December 30, 2013

Soft Opening Mary Anne’s

Anda tentu sudah pernah merasakan kelezatan ice cream. Dalam sejarah perjalanannya, menu yang satu ini memang punya banyak penggemar, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Jadi bisa dikatakan hampir setiap orang menyukainya. Meski awalnya ice cream hanya memiliki varian rasa yang terbatas, misalnya rasa coklat, vanilla, dan strawberry, kini seiring perkembangan zaman banyak orang sudah mencoba untuk membuat lebih banyak varian rasa untuk memuaskan para penggemarnya.

Friday, December 27, 2013

JNE Cabang Yogyakarta Gelar Kegiatan Berbagi Berkah

JNE Cabang Yogyakarta yang berkantor pusat di Jalan Sorogenen No 196, Nitikan, Umbulharjo, akan menggelar kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya anak yatim piatu dan duafa. Dalam rangkaian Coorporate Sosial Responsibility (CSR), pada 22 Desember 2013 lalu, JNE Cabang Yogyakarta memberikan santunan kepada 1000 anak yatim piatu yang tersebar di wilayah Yogyakarta untuk menerima langsung santunan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah.

Thursday, December 26, 2013

Media Fame Trip to Lombok NTB

Pemerintah Kota Sumbawa dan Mataram Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan BPBD Sumbawa NTB, menyelenggarakan Fame Trip untuk para teman-teman media yang ada di Jabodetabek. Acara ini berlangsung pada akhir tahun mulai dari 13 Desember sampai dengan 15 Desember 2013. Tujuan diselenggarakannya Fame Trip ini adalah sebagai salah satu sarana promosi pariwisata kota Lombok dan juga memperkenalkan kekayaan alam, seni kerajinan tangan dan tempat tujuan wisata yang ada di Sumbawa dan Lombok NTB kepada para sahabat media.

Monday, December 23, 2013

Peluncuran Buku 'Semburat Pelangi Hidupku'

Dalam rangka merayakan ulang tahun Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo yang ke 76 tahun dan sekaligus menyelenggarakan syukuran Perkawinan yang ke 55 Tahun. Susrinah Sanyoto Sastrowardoyo meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Semburat Pelangi Hidupku” pada 20 Desember 2013. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Susrinah dari kecil sampai seperti saat ini. K.R.AY. Susrinah Susman, adalah merupakan anak tunggal dari pasangan Raden Susman dengan Ray. Sariyah Mangoenatmadja yang sehari-harinya jauh dari kemewahan.

Sunday, December 1, 2013

Melestarikan yang Tersisa dari Kesultanan Pajang

Seperti hilang ditelan bumi, Keraton Pajang kini hanya tinggal cerita. Kesultanan dengan raja pertama sekaligus terakhir Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) ini pernah berjaya di tanah Jawa Tengah pada tahun 1568-1618. Hanya kebesaran Pajang dan rajanya, yang sampai saat ini harum dalam guratan sejarah bangsa.

Namun demikian, remah-remah sisa kebesaran Pajang saat ini terus digali untuk. Baik berupa benda peninggalan, bekas keratonnya, ataupun juga budaya dan seni dari peradaban Kesultanan Pajang. Para cucu pembesar-pembesar kerajaan, masyarakat serta mereka yang bernaung di dalam Paguyuban Kasultanan Kraton Pajang, kini bersama nguri-uri atau melestarikan apa yang masih tersisa.

Monday, November 25, 2013

Ngayogjazz 2013: Sepotong Pesan Perdamaian Dari Pedesaan


Dalam sejarahnya, musik jazz memang lekat dengan kata perubahan. Ia menjadi media perlawanan, penampung kegelisahan, dan penawar luka bagi masyarakat kulit hitam di Amerika. Di Indonesia, selama lima tahun terakhir, perkembangan musik jazz boleh dikatakan cukup pesat. Indikatornya jelas. Makin bertambah musisi yang mengeluarkan album, konser khusus musik jazz, dan penonton yang datang ke pertunjukan berlabel musik jazz. Situasi ini sebenarnya anomali bila diperbandingkan dengan industri musik Indonesia saat ini. Di tengah industri yang nyaris kolaps melawan pembajakan, musik jazz justru berkembang.

Wednesday, November 20, 2013

Philips “Kota Terang Hemat Energi”: Membuat Yogyakarta Lebih Bercahaya

Matahari mulai merangkak kembali ke peraduannya dan memancarkan warna kemerah-merahan di langit Yogyakarta. Meski waktu akan berganti malam, tapi tak menyurut langkah warga mendatangi alun-alun utara untuk menyaksikan proses pencahayaan di Pendapa Pagelaran Keraton dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret dalam acara “Kota Terang Hemat Energi Bersama Philips” dengan menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED).

Ya, setelah menyelenggarakan program “Kota Terang Hemat Energi bersama Philips LED” di Denpasar, Surabaya dan Palembang. Menutup tahun 2013 ini, Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) hadir untuk memberikan pencahayaan teknologi LED di dua ikon kota Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Pagelaran Keraton dan Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Head of Marketing Lighting PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira mengatakan, sebagai perusahaan yang berusaha memberikan inovasi, Philips bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah DIY untuk memberikan pencahayaan paling inovatif LED di dua ikon budaya dan sejarah. Philips berharap kontribusi ini dapat membuat masyarakat DIY semakin bangga terhadap nilai-nilai yang dimiliki.

Tuesday, November 19, 2013

Konser Syukur untuk Suthasoma



Sabtu malam, 16 November 2013 lalu, merupakan suatu waktu yang boleh jadi adalah momen bersejarah bagi keluarga putra-putri mendiang Drs. I Gusti Ngurah Suthasoma. Pada malam itu, keluarga Suthasoma berkesempatan mengadakan Konser Syukur Mengenang Pencipta Hymne Gadjah Mada. Ya, Drs. I Gusti Ngurah Suthasoma adalah tokoh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pada masanya dulu berhasil menciptakan lagu yang kemudian digunakan sebagai hymne UGM.

Friday, November 15, 2013

Kirab Budaya Rakyat Jakarta


Suasana berbeda tampak terlihat di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan tepat depan Gedung Balaikota pada 10 November 2013 yang lalu. Saat itu jalanan tampak diramaikan oleh warna warni umbul-umbul serta kostum yang dikenakan oleh para peserta Kirab Budaya DKI Jakarta yang ke 2 pada tahun 2013. Kirab budaya DKI Jakarta ke 2 kali ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI bekerja sama dengan Yayasan KIBAR untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Kirab Budaya ke 2 ini diikuti oleh kurang lebih 20.000 peserta yang terdiri dari berbagai golongan masyarakat, komunitas dan para pelajar di DKI Jakarta.

Friday, November 8, 2013

Malam Preview Muhibah Seni RBN Puspo Budoyo ke Italia


Menampilkan dan memperkenalkan berbagai macam kesenian tradisional Indonesia di berbagai pentas seni yang ada pada kota-kota di berbagai negara, merupakan salah satu cara agar budaya dan seni tradisional Indonesia dapat terkenal dan di sukai oleh masyarakat di seluruh dunia. Hal ini juga dapat meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Indonesia, karena akan semakin banyak wisatawan-wisatawan asing yang datang ke Indonesia untuk melihat dan mempelajari budaya dan seni tradisional khas bangsa Indonesia.

Tuesday, November 5, 2013

Komunitas Aku Ingin Hamil: Dari Berjuang Hingga Plesir Bersama


Mungkin dengan mudahnya kita dapat menemukan berbagai komunitas perempuan di tanah air. Namun, sepertinya komunitas yang satu ini memiliki keunikan dan berbeda dengan yang lainnya. Inilah komunitas Aku Ingin Hamil, komunitas yang berisikan para ibu yang sudah lama menantikan kehadiran buah hati yang menjadi salah satu dambaan utama pasangan suami istri. Rafeila Reggie Harahap yang menjadi pendiri komunitas ini mengatakan bahwa Komunitas yang berdiri sejak Februari 2010 ini dibentuk karena beberapa alasan diantaranya adalah banyak orang yang sering menanyakan bahkan membandingkan kenapa sampai saat ini belum juga dikaruniai momongan.

Sunday, November 3, 2013

Optimalisasi Sumber Daya Persandian

Pemukulan gong oleh Asisten Administrasi Umum Sekda DIY, Drs Sigit Sapto Raharjo, MM yang mewakili gubernur DIY, menandai dimulainya Rapat Kerja Persandian Nasional Tahun 2013. Agenda rutin Lembaga Sandi Negara satu tahun sekali itu, pada tahun ini diselenggarakan di Yogyakarta di Borobudur Hall, Inna Garuda Hotel, 29-31 Oktober lalu.

“Optimalisasi Sumber Daya Persandian Dalam Rangka Pengelolaan Informasi Strategis” menjadi tema yang diangkat dalam rapat kerja saat itu. Menurut Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Dr. H. Djoko Setiadi, MSi di acara pembukaan, saat ini Persandian Republik Indonesia memang dituntut terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia persandian di pusat dan daerah. Sebab, ditengarai terdapat ancaman terhadap informasi strategis yang tingkatannya semakin tinggi, baik berasal dari dalam maupun luar negeri. Jadi, sumber daya yang tangguh adalah sebuah keharusan.

Friday, November 1, 2013

Fashion on the Street Prawirotaman



Sepuluh desainer muda menampilkan koleksi busana bernuansa batik dalam gelaran “Fashion on the Street - Sebuah Peradaban Batik” dengan catwalk sepanjang Jalan Prawirotaman pada Sabtu, 26 Oktober lalu. Acara yang diinisiasi oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIY dan Kelompok Anak Muda Pencinta Batik (KLAMB) ini diisi dengan berbagai kegiatan lain, seperti bazaar fashion, pentas musik, salsa dance, dan party on the street di malam harinya.

Tuesday, October 1, 2013

Festival Danau Toba 2013, “Menghargai Tanah Leluhur”

Danau Toba bukan hanya kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tetapi juga seluruh bangsa Indonesia karena sangat dikenal oleh dunia internasional sebagai danau terbesar No. 2 di dunia setelah Danau Victoria, Canada. Panoramanya pun sangat indah, begitu juga budaya dan seni-tradisi masyarakat di sekitarnya.

Inilah satu kekayaan yang sekaligus menjadi asset bangsa. Sebagai upaya pelestariannya, masyarakat dan pemerintah setempat pun mengadakan sebuah “pesta rakyat” untuk melestarikan alam kawasan Danau Toba dan melestarikan kreativitas budaya masyarakat kawasan Danau Toba. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi kegiatan yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba.

“Festival Danau Toba” namanya. Kegiatan ini sebenarnya merupakan tradisi turun temurun, dan sudah sejak lama diadakan. Sebelumnya, masing-masing kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba menyelenggarakan pesta rakyat sendiri-sendiri. Kemudian digabung menjadi satu dan ditangani langsung oleh Kemenparekraf diganti dengan nama Festival Danau Toba (FDT).

Sunday, September 15, 2013

“Dawai-Dawai Dewa Budjana” Gabungkan Rasa Berbeda


Gitaris kenamaan tanah air Dewa Budjana pada Jumat malam, 30 Agustus 2013, tepat di ulang tahunnya yang ke-50, menggelar sebuah pameran dengan serangkaian acara menarik, seperti bedah buku “Dawai-Dawai Dewa Budjana” dan workshop fotografi. Acara yang digelar selama tiga hari di Museum Nasional Jakarta dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.

Saturday, August 31, 2013

Kopi Merapi dan Kedai Kopi Silaturahmi Media

Sudah tahukah Anda dengan kopi Merapi? Yogyakarta kini telah mempunyai produk kopi unggulan dan bercita rasa tinggi. Kopi istimewa dari Jogja ini sering disebut dengan nama kopi organik Merapi. Sesuai nama, kopi ini ditanam secara organik dan dibudidayakan di lereng Gunung Merapi pada ketinggian 200-700 mdpl. Kopi Merapi diproduksi oleh Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur di Petung, lereng Merapi.

Kini, kopi Merapi berusaha memperluas jaringan pasar dan memperkenalkan kopi khas Jogja ini kepada masyarakat Indonesia. Hari kedua di awal Agustus lalu, pihak usaha Kopi Merapi dan Kedai Kopi (sebuah café kopi di Yogyakarta), mengadakan silaturahmi dengan media. Silaturahmi ini dimaksudkan juga untuk sekaligus memperkenalkan Kopi Merapi serta memberitakan adanya kerjasama antara Kopi Merapi dan Kedai Kopi.

“Kerjasama ini tak lain adalah upaya untuk mengangkat Kopi Merapi, kopinya Jogja, agar lebih luas dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Dan dengan ini, Kopi Merapi sudah dapat Anda rasakan di Kedai Kopi dan menjadi ikon baru Kedai Kopi yang menggunakan kopi khas Jogja,” ujar Denny Neilment, SE, direktur utama Kedai Kopi.

Teks: FA Herru

Friday, August 30, 2013

Birds of Paradise, 39 Mahkota Hayati Indonesia

Indonesia negeri teramat kaya. Kekayaannya juga mencakup adanya keanekaragaman hayati. Yaitu keanekaragaman makhluk hidup dari semua sumber, termasuk di antaranya daratan, lautan atau akuatik lainnya, yang mencakup keanekaragaman spesies. Misalnya kelompok burung.

Terdapat ribuan spesies burung di Indonesia. Dan, Birds of Paradise adalah burung yang paling luar biasa di dunia. Kelompok burung istimewa ini mencakup 39 spesies dan hanya bisa ditemukan di Indonesia, juga Papua Nugini dan Australia. Bagi Indonesia, Birds of Paradise bahkan dinilai sebagai mahkota keanekaragaman hayati negeri ini.

Kelompok burung ini tak jarang mendapat perhatian khusus dari para peneliti-peneliti dan ilmuwan dunia. Seperti pada Rabu, 22 Agustus lalu, seorang ahli biologi dari Universitas Harvard yang juga fotografer National Geographic, Dr. Tim Laman menyampaikan prensentasinya yang bertemakan “Birds of Paradise” di @america Pasific Place, Jakarta. Dalam diskusi yang terbuka untuk umum, di depan para peserta, ia bercerita tentang penelitiannya terhadap kelompok burung ini.

Bersama rekannya, Dr. Ed Scholes, selama delapan tahun ia bekerja untuk mendokumentasikan 39 spesies burung ini. Menurutnya, ia pun tentu mempelajari juga macam-macam hal mengenai Birds of Paradise ini di hutan-hutan terpencil di Indonesia.

Teks: FA Herru; Foto: Ist.

Thursday, August 29, 2013

Purnama Hamengku Boko, Dari Boko Merajut Nusantara

Inilah saat pertama kali “Purnama Hamengku Boko” dilatarkan. Sambung menyambung rupa-rupa seni dan budaya dilakonkan di pelataran Candi Ratu Boko di bawah terang sinar bulan purnama. Purnama Hamengku Boko, merupakan perhelatan seni budaya yang tak lain ditujukan untuk merajut Nusantara melalui seni dan budaya yang ada.

Memang tak bisa diremehkan, sekarang ini budaya-budaya lokal di Nusantara masih kalah populer ketimbang budaya global. Seni-budaya lokal secara substansial malahan seperti makin lemah atau tidak mengalami kemajuan yang berarti. Karena itu, yang dibutuhkan adalah membuncahnya kesadaran setiap individu masyarakat untuk mengingat dan menggali lagi warisan seni-budaya bangsa. Sebab sejatinya kita mengerti, bahwasannya warisan seni dan budaya merupakan energi, pusaka bangsa, bagian dari peradaban besar Nusantara.

Di tanah Yogyakarta, dahulu kala berdiri Kraton Ratu Boko yang kini tak lebih dari sebutan candi. Kraton Ratu Boko konon merupakan pusat peradaban, pusat spiritual religi, pusat ilmu teknologi, juga pusat kearifan-kearifan luhur masyarakat lampau. Pun demikian keberadaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang kita kenal sebagai sumber kearifan budaya Jawa, yang pada akhirnya menjadikan Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya, salah satu kawasan besar pusaka budaya Indonesia.

Berlatar belakang juga pada adanya dua kraton tersebut, gelaran seni-budaya Purnama Hamengku Boko kemudian dikreasikan. Secara harfiah diartikan sebagai cahaya bulan yang menyangga Boko. Secara filosofi, Hamengku mewakili Keraton Yogyakarta. Boko ditujukan untuk situs Kraton Ratu Boko. Sedangakan Purnama mewakili cahaya yang memancar dari kesatuan dua keraton tersebut.

“Dan esensi dari kegiatan ini sebenarnya adalah sebuah usaha memunculkan kembali atau mengembalikan kejayaan-kejayaan yang ada di tanah ini. Dasarnya, adalah harapan untuk kembali kepada kearifan lokal. Kita sadar secara kolektif bahwa kita punya sejarah dan budaya yang luar biasa. Dan dengan ini, kita ingin pula mengajak atau memunculkan kesadaran kolektif masyarakat, terutama kalangan teman-teman muda bahwa kita perlu menggalinya lagi,” ungkap Detik Wicaksono, koordinator umum pergelaran seni-budaya ini.

Sabda pancering nagari pun jadi satu tagline, ungkapan yang adalah tujuan besar diadakannya helatan ini. Yaitu masa kejayaan sebuah peradaban yang dulu pernah ada di negeri Nusantara. Satu ungkapan yang pada dasarnya sama dengan yang pernah diucapkan Bung Karno mengenai mercu suar dunia. Memang, Nusantara pernah menjadi pemimpin peradaban. Itu terbukti dari adanya kejayaan kerajaan-kerajaan besar seperti Sriwijaya atau Majapahit. Setelah Nusantara tegak berdiri menjadi Indonesia pun, pastinya tetap diharapkan demikian.

Inilah mengapa, Purnama Hamengku Boko kemudian dipersembahkan lalu oleh Laksita Mardawa dan Tim Saptagama. Laksita Mardawa adalah komunitas pemerhati seni dan budaya yang berkonsentrasi dalam upaya pelestaraian. Sedangkan Saptagama, yang berarti penjaga dan pelestari budaya, adalah tim khusus yang dibentuk untuk menyelenggarakan helatan ini.

Melalui kesenian-kesenian dan budaya yang ada, Purnama Hamengku Boko ingin merajut Nusantara. Di helatan pertama pada 22 Agustus lalu ini, beberapa bentuk kesenian ditampilkan melalui serangkaian acara. Rangkaian pertama adalah Boko Photo Race, yaitu ajang sumbang foto dari para seniman fotografi untuk memberikan karya terbaik dalam membidik situs Candi Ratu Boko. Sebelumnya pun diadakan coaching clinic fotografi.

Kemudian yang kedua, Beksan Nuswantoro. Adalah puncak acara yang menyuguhkan tari-tarian Nusantara yang kali pertama ini ditampilkan Tari Srimpi Pandhelori. Tarian yang diciptakan dan dikembangkan oleh Sultan Hamengkubuwono VI dan VII ini membawakan cerita petikan dari “Menak”, sebuah perang tanding Dewi Sirtu Pelaeli dan Dewi Sudarawerti yang membawa pistol dan cundrik dalam berperang. Ditampilkan pula tari Golek Ayun-Ayun yang berasal dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta. Tari ini menggambarkan gadis-gadis remaja yang sedang bersolek. Biasanya, tarian ini ditampilkan dalam upacara penyambutan tamu kehormatan kraton dan upacara pernikahan.

Selain itu, kegiatan ini juga menyuguhkan kesenian gejruk lesung yang menampilkan permaian tradisional yang pada zaman dulu populer dimainkan anak-anak. Seperti jamuran, dingklik oglak-aglik, jungklak-jungklik yang menggunkan alat dari bambu, cublak-cublak suweng, gotri legendri, sluku-sluku batok, juga suk-suk pari ambruk.

Tak kalah menarik, adalah penampilan grup seni beladiri tradisional pencak silat. Sembilan jurus dimainkan dengan apik oleh para senimannya. Lantas sebagai puncak acara, dusuguhkanlah Laksita Teja Kirana atau pesta cahaya. Kali ini, pesta cahaya dilakukan dengan menerbangkan ratusan lampion yang menjadi simbol harapan akan tercapainya maksud dan tujuan diadakannya pergelaran seni-budaya ini.

Tari-tarian tradisional, permainan anak-anak tradisional, serta pesta cahaya ini dimainkan di pelataran situs Candi Ratu Boko yang bertepatan dengan kemunculan bulan purnama. Bukan tanpa sengaja ini dilakukan; Purnama Hamengku Boko, yang akan diagendakan sebualan sekali, selalu akan diadakan di saat kemunculan bulan purnama. Cahaya terang purnama yang menyinari bumi Boko, dijadikan simbol untuk mengembalikan sabda pancering nagari. Menurut Detik Wicaksono, ke depan Purnama Hamengku Boko akan juga menampilkan beragam kesenian dan budaya tradisional dari seluruh Nusantara. Tari-tarian tradisional, pun diagendakan menjadi isian tetap helatan ini, sebagai simbol tujuan merajut Nusantara.

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

Sunday, August 25, 2013

Pesta Budaya Kemerdekaan

Dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI, Istana Negara dan Istana Merdeka selalu di ramaikan dengan hiasan merah putih dan kemeriahan upacara penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih. Itulah yang selalu kita lihat di media cetak dan televisi, tetapi selain hal tersebut, ada banyak pementasan budaya yang diselenggarakan oleh pihak Istana untuk turut serta menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI. Seperti yang terlihat dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68 pada 17 Agustus 2013.

Istana Negara dan Istana Merdeka diramaikan dengan penampilan-penampilan kesenian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Dalam pementasan seni budaya tersebut ditampilkan dalam 3 sesi acara, mulai dari pembukaan di pagi hari, sore hari dan malam hari pada acara jamuan makan malam para tamu Negara. Pementasan ini merupakan apresiasi Pemerintah dan Para pelaku seni dan budaya di Indonesia untuk turut merayakan Hari Kemerdekaan RI sekaligus mempromosikan dan mengenalkan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia kepada para tamu Negara serta melestarikan seni dan budaya bangsa ini.

Pementasan-pementasan seni yang ditampilkan diantaranya adalah Pada sesi pagi hari, ilustrasi musik dari daerah Kalimantan oleh Group seni Maha Kambulu dengan tema alunan musik Datun Julud,Seni Budaya khas Betawi Gambang Kromong dengan iringan alat musik Tehyan yang dimainkan oleh 17 pemain dan ini adalah penampilan yang sangat berbeda dari biasanya karena Alat musik Tehyan biasanya hanya dimainkan oleh satu orang saja,Pada penampilan kali ini dimainkaan oleh 17 orang. Semuanya ini merupakan kreasi yang diciptakan oleh Artina Production.

Pada Sore Hari sebelum prosesi upacara penurunan bendera dilaksanakan ditampilkan berbagai kesenian diantaranya Seni musik Kolintang yang dimainkan oleh Ibu-ibu kelompok seni Pinkan yang berasal dari Ibu-ibu PKK Kementerian Pertahanan yang mempersembahkan lagu-lagu perjuangan,penampilan ini juga di iringi dengan para penari dari Artina Production pimpinan Ibu Hariati Abelam,Tari Batik dari daerah Pekalongan dan Marching band Surosowan dari daerah Banten dan Marching band dari Pupuk Kaltim.

Pada acara jamuan makan malam para tamu undangan beserta Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara Ani Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono beserta Ibu Herawati Boediono di hibur oleh music pengiring dari Poerwacaraka Orchestra dan para penyanyi Indonesia diantaranya Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Cakra Khan dan Lea Simanjuntak serta penampilan tarian daerah dari Artina Production yang berjudul Tari Mitreka Bawana khas daerah Sulawesi Tenggara.

Teks & Foto: Herlan

Tuesday, August 20, 2013

Hyatt Regency Yogyakarta Rayakan HUT Ke-68 RI

Perayaan HUT ke-68 RI di Hyatt Regency Yogyakarta berlangsung khidmat dan meriah. Pada pagi hari tanggal 17 Agustus 2013 dilaksanakan upacara bendera dengan mengambil lokasi di Merapi Garden Area. Bertindak selaku inspekstur upacara adalah Nur Cahyadi, general manager Hyatt Regency Yogyakarta. Peserta dan petugas upacara meliputi jajajan staf dan manajemen.

Selesai upacara, diadakan beberapa permainan tradisional, seperti makan kerupuk, gobak sodor, memancing ikan, dan panjat pinang dengan berbagai hadiah menarik bagi yang beruntung. Uniknya, beberapa tamu asing yang menginap di Hyatt ikut serta berpartisipasi dalam permainan tradisional ini.

Tak kalah menariknya, dalam perayaan HUT ke-68 RI, Hyatt Regency Yogyakarta menyediakan nasi tumpeng dan ketan merah putih serta jajan. Ayu Cornelia, marcom manager Hyatt Regency Yogyakarta mengatakan, dengan tema You’re More Than Welcome, para tamu diajak turut serta merasakan kemeriahan ini.

Teks: Anis RN; Foto: Ist.

Monday, August 19, 2013

KAMPAYO Gelar Syawalan

Bersamaan dengan pameran lukisan Hendra Buana, Keluarga Musisi Penyanyi Artis Panggung Yogyakarta (Kampayo) menggelar acara syawalan di XT Square, Kamis, 15 Agustus 2013 lalu. Acara ini dihadiri rekan-rekan Kampayo dan beberapa tamu istimewa, seperti Wakapolda DIY Kombes Pol Ahmad Dofiri, penyanyi Trie Utami, pelukis Nasirun, pematung Dunadi, Direktur XT Square Widi Hasto dan para pelaku dunia hiburan Yogyakarta. Kawasan XT Square dipilih karena Kampayo bekerja sama dengan manajemen XT Square, membuka area kuliner dan panggung hiburan terbuka. Kampayo mengoordinasi tampilan entertainment setiap malam dengan berbagai jenis hiburan menarik, hingga usaha kuliner UKM yang menyajikan makan minuman khas Jogja.

“Syawalan ini bertepatan dengan waktu satu bulan Kampayo XT Stage berada di XT Square. Kami menjanjikan tempat ini sangat pas, menartik, unik dan nyaman bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jogja untuk menikmati kuliner, belanja kerajinan dan hiburan yang terpadu pada satu tempat,” papar KRMT Indro Kimpling Suseno, selaku Ketua Kampayo.

Teks: Della

Perayaan HUT RI ke-68 di Hotel Phoenix Yogyakarta

Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-68 RI, The Phoenix Hotel Yogyakarta, turut menggelar upacara bendera yang dilaksanakan di halaman belakang hotel, tepat pada hari Sabtu, 17 Agustus 2013 lalu. Upacara yang di pimpin oleh Bapak Yosep Risdiyantoro selaku Financial Controller , sebagai perwakilan dari managemen, berlangsung cukup khidmat serta berjalan dengan lancar.

Seluruh karyawan The Phoenix Hotel Yogyakarta diwajibkan untuk mengikuti upacara bendera tersebut, karena selain upacara bendera juga diadakan syukuran dengan memotong tumpeng sebagai simbol kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus pembukaan kembali ruang meeting Merdeka, setelah dilakukan sedikit perawatan untuk tetap menjaga nilai sejarah ruangan tersebut.

Ruang Merdeka merupakan salah satu ruangan bersejarah di The Phoenix Hotel Yogyakarta, dikarenakan ruangan tersebut merupakan tempat favorit Presiden pertama Republik Indonesia Bp. Ir. Soekarno, untuk melakukan segala aktifitas kerjanya selama di Yogyakarta. Acara perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini ditutup dengan acara fun games yang berlangsung di ruang Pandawa.

GBPH Prabukusumo Nikahkan Putri Bungsu

Dibalut nuansa tradisi dan adat Jawa yang kental, prosesi pernikahan putri bungsu Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) H Prabukusumo, SPsi, berlangsung khusyuk. Pada Jumat, 16 Agustus lalu, GBPH H Prabukusumo menikahkan putrinya, RAj Hira Juwita Prabu Putri, ST, dengan Ipda Pol Amantha Wijaya Kusuma, putra kedua Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro, SH. Prosesi pernikahan adat Jawa pada pagi itu diawali dengan ijab kabul atau akad nikah.

Disaksikan keluarga besar Keraton Yogyakarta serta para tamu undangan, akad nikah dilaksanakan dengan hikmat dan tak berkurang kesakralannya di kediaman GBPH Prabukusumo, di kawasan Alun-alun Selatan Yogyakarta. Keluarga Keraton Yogyakarta yang tampak hadir saat itu, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, KGPH Hadiwinoto, GBPH Joyokusumo, GBPH Yudoningrat, GBPH Suryodiningrat, GBRAy Murdokusumo, GKR Condrokirono, KPH Purbodiningrat, BRAy Suryodilogo (Pura Pakualaman), dan lain-lain.

Selain keluarga besar keraton, para pejabat dan tamu undangan yang turut hadir menyaksikan prosesi pernikahan tersebut, seperti mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Nugroho Djayusman, Kapolda Yogyakarta Hakka Astana, mantan walikota Yogyakarta Hery Zudianto, juga Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti.

Kemudian, seperti seharusnya tata cara adat pengantin Jawa, rangkaian pernikahan dilanjutkan dengan upacara panggih atau bertemunya pengantin putri dan pengantin putra. Iringan gending Jawa yang dimainkan secara langsung oleh para pengrawit, melatarbelakangi prosesi adat pengantin tersebut.

Dalam upacara panggih, ada beberapa tahapan yang musti dilakukan. Seperti tukar menukar kembar mayang yang bermakna dan tujuan bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan. Lalu, balangan gantal atau lempar melempar buntalan sirih dengan harapan semua godaan yang menghalangi akan hilang setelah terkena lemparan. Kemudian juga ada tahapan midak endog, di mana pengantin pria menginjak telur ayam dan kemudian kakinya dicuci oleh pengantin wanita.

Begitulah secuil prosesi dari seluruh rangkaian upacara adat Jawa yang tampak dalam pernikahan pasangan pengantin ini. Semuanya sudah barang tentu memiliki makna dan simbol kehidupan yang agung.

Setelah beberapa tahapan selesai dilakukan, kedua pengantin yaitu RAj Hira Juwita Prabu Putri (putri sulung GBPH H Prabukusumo dan BRAy Hj Roswarini Prabukusumo) dan Ipda Pol Amantha Wijaya Kusuma (putra kedua Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro, SH dan Hajah Mutiara Sitepu), menerima ucapan selamat dari para keluarga dan tamu yang hadir, dan berkesempatan berfoto bersama.

Aura agungnya adat Jawa serta kebahagian mempelai dan kedua keluarga, jelas mengambang di hari itu. Selebihnya, acara resepsi pernikahan dilanjutkan pada hari Minggu di gedung Jogja Expo Center.

Teks: FA Herru; Foto: Albert

Sunday, August 18, 2013

Reuni SMPN 8 Yogyakarta

Bertempat di halaman SMPN 8 Yogyakarta, 10 Agustus lalu berlangsung acara reuni. Dengan suasana sangat meriah, reuni ini dihadiri ratusan alumni. Suasana halaman SMPN 8 Yogyakarta pun tampak penuh alumni yang saling melepas rindu dan silaturahmi kepada para teman sewaktu SMP dulu.

Kemeriahan reuni diawali dengan penampilan grup perkusi. Kemudian dengan suguhan lawakan ciri khas angkringan oleh mas Jhonet yang menambah semarak acara reuni. Ketua panitia sekaligus ketua alumni angkatan 1983, Harpiyanto, memaparkan bahwa tujuan diadakan reuni, selain untuk syawalan adalah untuk kangen-kangenan setelah puluhan tahun tak bertemu.

Selama 30 tahun mereka tak bertemu. Reuni angkatan 1983 ini pun menjadi ajang pertemuan pertama kali. Dalam kesempatan ini, diadakan penggalangan dana yang nantinya diberikan kepada keluarga alumni kurang mampu dalam bentuk beasiswa. Selain itu, juga kegiatan sosial dengan memberi santunan ke panti asuhan yatim piyatu. Bagi mereka, reuni ini diharapkan bukan yang pertama dan terakhir. Namun akan berkelanjutan untuk menunjang program komite sekolah.

Perwakilan Kepala Sekolah dalam sambutannya, memaparkan bahwa adanya reuni tentu sangat membantu dalam menunjang program pembangunan sekolah. Misalnya, berupa ruang perpustakaan, papan nama, maupun bantuan berupa buku perpustakaan, dan beasiswa bagi murid yang tidak mampu.

“Banyak program sekolah yang semula belum terlaksana, namun dengan terselenggara reuni dari berbagai angkatan, sangat berarti bagi kelangsungan program komite sekolah,” ujarnya.

Teks: Bung Tarjo

Thursday, August 15, 2013

Hotel Dafam Cilacap Genap Berusia 2 Tahun

Tanggal 12 Agustus 2013 lalu, Hotel Dafam Cilacap genap 2 tahun beroperasi. Hotel berbintang tiga di jantung kota Cilacap ini menggelar berbagai acara dalam merayakannya. Diawali dengan acara sederhana, yakni syukuran potong tumpeng oleh Antonius Recky Yudianto selaku General Manager Hotel Dafam Cilacap, yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada Pimpinan Pondok dan Panti Asuhan Tarbiyatul Aulaad selaku undangan, dan sesepuh sekitar lokasi hotel.

Konsep acara tumpengan memang dibuat secara sederhana, dengan mengundang anak yatim serta santap makan bersama usai acara yang dihadiri oleh seluruh staf dan karyawan Hotel Dafam Cilacap yang diakhiri dengan pemberian santunan kepada perwakilan anak yatim sebagai bentuk rasa untuk saling berbagi. Rangkaian ulang tahun ke-2 Hotel Dafam Cilacap juga menggelar kegiatan donor darah yang mengambil tema “Be a Hero” sebagai bentuk program CSR rutin dari Hotel Dafam Cilacap yang menjadi bentuk kepeduliaan terhadap lingkungan sekitar.

Teks: Agus Yuniarso

Tuesday, August 6, 2013

Drama Reading Tafakur Anjing

Rumah Budaya Emha Ainun Nadjib pada Kamis, 1 Agustus 2013 lalu tampak lebih hidup. Rupanya malam itu, sejumlah aktor senior Teater Perdikan Yogyakarta mementaskan fragmen berlakon Tafakur Anjing karya sang budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang lebih populer disapa Cak Nun itu. Pementasan ini merupakan sebuah drama reading atau drama dengan membaca naskah yang disutradarai oleh Indra Tranggono dan Toto Rahardjo.

Menurut sang sutradara Toto Rahardjo, pementasan dalam bentuk drama reading ini juga menandai selamatan Tafakur Anjing yang rencananya akan dipentaskan di beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bali pada bulan September hingga November nanti. Oleh karenanya, dalam drama reading ini hanya ditampilkan beberapa fragmen yang cukup mewakili keseluruhan cerita dari pementasan Tafakur Anjing tersebut.

Keunikan dari pementasan ini adalah Teater Perdikan sengaja memasang para aktor seniornya antara lain Joko Kamto, Novi Budianto, Tertib Suratmo, Bambang Susiawan dan Labibah Zein. Kematangan mereka dalam dunia teater tentu akan memberikan sentuhan yang berbeda dalam pementasan kali ini. Sebagai para aktor dan aktris senior, kemampuan mereka dalam memerankan sebuah lakon pasti sudah tidak diragukan lagi. Kematangan dalam berakting inilah yang akan membuat pementasan Tafakur Anjing ini semakin berkualitas. Sedangkan Emha sendiri mengatakan bahwa dirinya sengaja memilih drama kamar yang sarat renungan.

“Saya menyebutnya sebagai lakon batin yang mengajak penonton untuk berefleksi di tengah berbagai pendangkalan nilai-nilai kehidupan saat ini. Khusus untuk pementasan Tafakur Anjing, kami membatasi penonton sekitar 150 orang karena ruang pertunjukan yang kami pilih pun relative kecil, karena drama ini membutuhkan suasana intim dan komunikasi yang intens,” paparnya dalam dialog dan diskusi setelah drama reading usai digelar.

Sementara itu Indra Tranggono mengatakan bahwa drama Emha adalah drama ide yang sangat cerdas dan mengandung nilai-nilai pemikiran yang sangat dalam. Menurut Indra, kekuatan naskah Emha di antaranya terletak pada kata, keindahan kalimat dan kecerdasan logika. Bagi para actor, naskah Emha juga menuntut permainan yang prima, baik secara teknis maupun olah tafsir. Emha banyak memainkan kaliamt-kalimat konotatif, puitis dan bahasa bersayap yang bisa berisi renungan, satire, parodi dan ironi.

Sementara itu, EH. Kertanegara, koordinator Rumah Budaya Emha Ainun Nadjib mengatakan bahwa Rumah Budaya ini menciptakan ruang interaksi kreatif dan penghadiran karya serta gagasan. Rumah Budaya ini juga terbuka bagi siapa saja untuk berekspresi dabn berdialog tentang seni dan budaya.

Teks: Della Yuanita; Foto : Albert

Monday, August 5, 2013

IWAPI Berbagi Kasih

Dalam menyambut bulan suci Ramadhan DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia menyelenggarakan kegiatan acara sosial bertajuk “Berbagi Kasih IWAPI Ramadhan 2013” yang digelar pada 31 Juli 2013 yang lalu. Kegiatan ini genap digelar untuk yang ke – 8 kalinya oleh IWAPI dan menjadi acara rutin tahunan. IWAPI pun patut berbangga hati karena Menteri Agama Drs. Suryadharma Ali M. Si., berkenan untuk membuka acara tersebut.

Dalam acara berbagi kasih yang digelar di Gedung Serbaguna Kementerian Agama RI tersebut, IWAPI juga menandatangani MOU yang men-sahkan kerjasama Sinergi Pemberdayaan Ekonomi Produktif mitra binaan UMKM DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sulawesi Tengah bersama Permata Bank Syariah, yang juga ikut mensponsori terlaksananya acara “Berbagi Kasih IWAPI Ramadhan 2013”.

Teks & Foto: Herlan

Sunday, August 4, 2013

Ragam Batik di Gelar Batik Nusantara 2013

Yayasan Batik Indonesia kembali mengadakan pameran yang melibatkan pelaku industri batik. Pameran yang sudah delapan kali di adakan dengan nama “Gelar Batik Nusantara 2013”. Acara yang berlangsung dari tanggal 17 – 21 Juli 2013 dan bertempat di Jakarta Convention Center di buka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo, serta ketua pengurus Yayasan Batik Indonesia Yultin Ginanjar Kartasasmita.

GBN 2013 kali ini bertemakan Innoquality menampilkan inovasi terbaru dan berkualitas di bidang perbatikan seperti ditampilkannya ikon-ikon batik dalam tata saji dan interior dari Istana Kepresidenan, tata saji dari Istana Mangkunegaran Solo, koleksi berbagai kain dan motif batik dari Pura Pakualaman Yogyakarta, batik nusantara, Batik Jawa, Batik Tuban, Batik Insana, grand batik Joop Ave dan 142 UKM pengrajin batik tulis, batik cap maupun campuran keduanya dari seluruh Indonesia.

Selain menampilkan dan memamerkan koleksi batik, pada GBN 2013 kali ini Yayasan Batik Nusantara juga memberikan penghargaan Kriya Pusaka kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Ibu Ani Yudoyono dan Ir. Ardiyanto Pranata, M.P yang dinilai telah berjasa dalam pengembangan batik Indonesia, selain itu juga penghargaan diberikan kepada Hj. Ray Suparmi Martawi, Hj. Musyafa’ah, Enung NH. Kamaludin, Painem, dan Hj. Lailani Lathifah atas prestasi dan pengabdian mereka selama lebih dari 40 tahun menekuni batik. Piala Batik Muda berbakat di berikan kepada B.R.Ay. Atika Purnomowati dan H. Komaruddin Kudya, S.IP, M.Ds.

Teks & Foto : BK

Friday, August 2, 2013

Happy Moms Berbagi

Berbagi kebahagiaan dengan cara yang berbeda dilakukan oleh komunitas sosialita yang tergabung dalam arisan Happy Moms. Pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2013 lalu, Happy Moms menggelar acara berbuka puasa bersama dan penyerahan bingkisan bersama para warga binaan di Lapas Wirogunan. Ini merupakan pertama kalinya komunitas ini menggelar acara tersebut di Lapas Wirogunan. Keharuan tampak menyelimuti acara tersebut. Koordinator Happy Moms, Ena Vadaq mengatakan bahwa ini merupakan salah satu kepedulian dari komunitasnya untuk membagi kebahagiaan dengan cara yang berbeda.

Ena mengatakan bahwa para warga binaan juga merupakan sosok-sosok yang harus diperhatikan. Mereka membutuhkan motivasi untuk bangkit dalam mengahdapi segala persoalan yang menimpanya. Di Lapas Wirogunan para warga binaan juga banyak mendapatkan ketrampilan untuk meningkatkan kreativitas mereka. Sehingga begitu keluar dari lapas, mereka mampu berdikari dengan ketrampilan yang dimilikinya.

Thursday, August 1, 2013

Rumah Batik Danar Hadi Tampil Baru

Danar Hadi mempunyai ikatan yang kuat dengan Kota Solo. Solo menjadi cikal bakal, di mana brand batik ini dilahirkan dan berkembang hingga kesohor seperti yang kita kenal saat ini. Belum lama ini terhembus kabar, Danar Hadi meluncurkan kembali satu gerainya yang berada di Jl. Dr Radjiman 164, Solo. Rumah Batik Danar Hadi, pada 20 Juli lalu di-reopening setelah dilakukan perombakan total tampilannya.

Kini, gerai yang dibangun pada 1973 ini tampil lebih elegan, menghadirkan nuansa interior baru dengan sentuhan modern namun tetap sarat tradisi. Rumah Batik Danar Hadi Radjiman merupakan rumah batik pertama yang didirikan dan menyatu dengan kediaman penciptanya. Rumah batik ini menyuguhkan portfolio produk dengan kualitas terdepan dan eksklusif.

“Rumah Batik Danar Hadi yang pertama ini memiliki beragam cerita yang sangat berarti dalam sejarah perkembangan Danar Hadi. Rumah batik ini sangat istimewa karena menjadi cikal bakal terciptanya Danar Hadi dan hingga saat ini menyatu dengan kediaman kedua penciptanya, H. Santosa Doellah dan istrinya, Hj. Danarsih Santosa,” ujar Diana Santosa, Managing Director Batik Danar Hadi

Desainer interior Agam Riyadi dipercaya memberikan sentuhan baru dalam setiap sudut gerai batik yang bersejarah ini. Tampil baru dengan nuansa modern etnik, elemen seperti lantai parket dan marmer menghiasi tiap ruangan. Namun, ciri khas ukiran kayu dan gawangan masih dipertahankan dan menjadi elemen penting karena merupakan ciri khas Batik Danar Hadi yang mengapresiasi nilai tradisi. Gerai ini juga telah dilengkapi lounge untuk memberi kesan santai dan tentulah menambah kenyamanan pengunjung.

Dalam acara peluncuran kembali Rumah Batik Danar Hadi, hadir Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo yang membuka resmi gerai batik ini. Hadir pula Wakil Walikota Surakarta Achmad Purnomo, dan tentu saja jajaran petinggi Batik Danar Hadi seperti H. Santosa Doellah, Hj. Danarsih Santosa, Diana Kusuma Dewati Santosa, Dewanto Kusuma Wibowo Santosa, dan Dian Kusuma Hadi Santosa.

Setelah acara peresmian, diadakan fashion show yang menampilkan koleksi-koleksi eksklusif dan berkualitas dari Batik Danar Hadi. Dalam fashion show tersebut, aktor Atalarik Syah dan aktris Wulan Guritno turut serta menjadi modelnya. Mereka menampilkan busana batik untuk sehari-hari, batik untuk pesta, maupun batik yang dipadukan dengan hijab.

Teks: Veronika Sekar; Foto: Budi Prast

Wednesday, July 31, 2013

Lamborghini Jakarta Breaking Fast

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kebersamaan. Untuk menghormati dan menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini, Lamborghini Jakarta mengundang para awak media yang berada di Jakarta untuk berbuka puasa bersama di Phobar Restaurant SCBD Lot 14 Jakarta. Buka puasa bersama yang diadakan pada 26 Juli 2013 ini sekaligus mempererat tali persahabatan dan kekeluargaan antara Lamborghini Jakarta dengan para awak media. Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi ajang saling mengenal dan menjalin tali pertemanan antara mereka.

Acara ini diramaikan dengan hiburan musik dan pembagian doorprize kepada teman-teman media yang hadir dalam acara tersebut. Dalam acara buka puasa bersama ini, tampak hadir para pimpinan Lamborghini Jakarta, di antaranya Johnson Yaptonaga, Bob Indra Sasana, Romy Winata dan Endy Kusumo.

Teks & Foto: Herlan

Tuesday, July 30, 2013

“The Renaissance of Javanese Art”

Judul di atas adalah tema yang diangkat dalam sebuah pameran seni di Amanjiwo Borobudur Resort. Tema tersebut diangkat untuk mengingat dan menghidupkan kembali kekayaan seni dan budaya Jawa yang dinilai makin terlupakan secara perlahan-lahan. Dalam pameran tersebut ditampilkan 16 karya lukisan dan 10 patung besutan empat seniman lokal yang dipamerkan di Amanjiwo Art Room.

Seniman-seniman lokal yang mempresentasikan hasil kerja mereka secara harmonis tersebut adalah pelukis produktif Agus Tomin dan Priyaris Munandar, serta dua pematung berbakat Teguh Priyono dan Pramono Pinunggul. Keempatnya merupakan seniman yang memiliki visi sama dengan Amanjiwo, yaitu melestarikan dan menghidupkan kembali seni budaya Jawa.

”Karya-karya ini sebetulnya merupakan ekspresi kami terhadap seni dan budaya Jawa, di mana ini adalah bagian dari ’manik-manik’ yang nantinya akan dirangkai menjadi kalung mutiara yang bagus,” ujar pelukis Agus Tomin yang lukisannya memvisualisasikan kegiatan tradisi budaya masyarakat Jawa.

Memang, pameran ini tidak akan berhenti sampai di sini. Namun akan terus berlanjut dengan pameran karya-karya seni yang lain. Dengan kultur resort yang mengadaptasi budaya Jawa, Amanjiwo sepenuhnya mendukung seniman-seniman lokal dan dengan bangga mempromosikan kesenian-kesenian dan budaya lokal, salah satunya dengan menggelar pameran seni seperti ini.

”Amanjiwo memang mencari seniman-seniman tersebut, lalu mendedikasikan diri untuk mereka,” ujar Amy Effendy, area butik dan galeri manajer Aman Resort Indonesia.

Pada pameran kali ini, karya seni lukis dan patung yang dipamerkan diharapkan dapat menghubungkan masa lalu dan masa sekarang. Ini dimaksudkan agar kebiasaan-kebiasaan tradisi yang dilakukan oleh nenek moyang dapat selalu diingat oleh generasi sekarang.

”Inspirasi dan harapan kami dari gelaran ini adalah untuk melestarikan, menjaga, dan menghidupkan kembali tradisi masyarakat Jawa. Kami mulai dari kegiatan kecil seperti ini dan mudah-mudahan nantinya dapat menjadi besar pengaruhnya. Sebab, penting bagi kami untuk melestarikan dan melahirkan kembali kebudayaan Jwa untuk generasi muda, ” tambah Amy.

Pameran seni ini, menurut Amy, adalah kali ketiga yang diselenggarakan Amanjiwo. Untuk kali ini, pameran digelar selama 4 bulan, mulai Juli hingga Oktober mendatang. Seperti yang telah diagendakan, ajang seperti ini akan selalu diadakan Amanjiwo tiga kali dalam satu tahun dengan memamerkan karya kesenian yang berbeda-beda.

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast

Monday, July 29, 2013

Topping Off Matoa Tower Woodlandpark Residence

Pada 24 Juli 2013 yang lalu, PT. Daniland Group yang merupakan sub holding property dari PT. Dani Prisma Mitra menyelenggarakan press convrence dan Topping Off dari pembangunan Matoa Tower Woodlandpark Residence.

Daniland Group adalah salah satu perusahaan yang berpengalaman membawahi anak perusahaan di bidang mall, office, dan residential. Beberapa properti yang dikelola Daniland Group adalah Plaza Kalibata, Kemang Bisnis Plaza, dan Plaza Dani Prisma.

Menurut Emil Arifin, komisaris utama Daniland Group, kegiatan topping off Matoa Tower ini adalah titik pencapaian pertama dari impiannya untuk membawa Daniland menjadi pengembang ramah lingkungan pertama di Indonesia.

Woodlandpark Residence adalah bukti keseriusan Daniland untuk menggarap sektor properti hijau di Indonesia. Matoa Tower terdiri dari 16 lantai dengan 221 unit apartemen, 9 unit office dan 10 unit retail. Tower ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dalam gedung, seperti lobi, lounge, fitness center, mini market, drug store, laundry, cafe, wifi spot, dan lain-lain. Selain itu, tower ini juga didukung oleh fasilitas kawasan yang bervariasi, seperti taman pohon, dua kolam renang, area BBQ, jogging track, bicycle track, children playground dan mini putting green golf. Diperkirakan mulai Januari 2014 nanti, Matoa Tower sudah dapat diserahkan kepada konsumen.

Woodlandpark Residence merupakan proyek terbesar dan terbaru yang dibangun oleh PT. Pardika Wisthi Sarana, anak perusahaan Daniland Group. Woodlandpark Residence dibangun di atas tanah seluas 3,15 hektar di daerah Kalibata yang 80% areanya akan dialokasikan untuk ruang hijau, sesuai dengan konsep hijau dan ramah lingkungan serta tagline mereka, yaitu ”A Place for Healthy Living”. Woodlandpark Residence dengan segudang prospek investasinya sangat cocok untuk dijadikan tempat tinggal, area bisnis, maupun perkumpulan komunitas.

Teks: Herlan; Foto : Ist.

Sunday, July 28, 2013

Kabare Berbuka Puasa

Pada 24 Juli 2013 lalu, PT. Kabare Jogja Media Pariwara menggelar acara berbuka puasa bersama dengan seluruh staff Kabare Magazine, Existcomm dan Kabare Production. Acara yang digelar di Abhayagiri Restaurant Jogja ini merupakan acara rutin setiap kali Bulan Ramadhan tiba. Sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba, seluruh staff menikmati suasana Abhayagiri Restaurant yang berada di perbukitan Boko.

Berada di ketinggian 196 meter dpl, tempat ini menyuguhkan pemandangan terbaik dari atas Kota Yogyakarta. Dinamakan Abhayagiri yang berarti vihara di bukit yang damai semakin menambah atmosfer yang nyaman dan menenangkan.

Sebelum berbuka, seluruh staff juga mendapat tausiyah dari Gus Miftah. Tak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat mengenai kehidupan, ceramah dari Gus Miftah mampu menghidupkan suasana dan semakin menambah kehangatan saat itu. Pada acara tersebut, para staff juga mendapatkan berbagai doorprize berupa buku, kain batik hingga aksesoris. Acara ini juga bermanfaat sebagai ajang mempererat hubungan antara pimpinan dan seluruh staff.

Pameran Lukisan di MesaStila

MesaStila merupakan sebuah komplek hotel and resort yang terletak di desa Losari, Grabag, Magelang, Jawa Tengah. Berada di sekitar kebun kopi, bangunan MesaStila sungguh indah dengan gayanya yang berdesain bangunan Jawa. Keindahan bangunan dan lanskap yang menyertainya, membuat seorang master lukis sketsa bernama Solichin tertarik mengabadikannya dengan goresan tangannya. Ia memang piawai memainkan goresan sketsa khususnya wajah seseorang.

Ketertarikan Solichin pada MesaStila dimulai pada tahun 2007. Ia melukis setiap sisi bangunan hotel and resort tersebut dalam lembar-lembar sketsa yang kemudian dibuat booklet. Dan kini, selama satu bulan, dari 19 Juli – 19 Agustus 2013, Solichin akan menunjukkan kepiawaiannya menjelajahi konsep MesaStila yang baru, yaitu “wellness”.

Selama periode tersebut, kumpulan lukisan, gambar dan sketsa hasil goresan tangannya dipamerkan ke khalayak untuk dinikmati keindahannya. Kegiatan pameran lukisan Solichin adalah dalam rangka mengembangkan salah satu potensi pariwisata yang dihasilkan melalui goresan tangan sang pelukis. Dan pada 19 Juli lalu, MesaStila mengadakan pembukaan pameran tersebut sebagai pertanda dimulainya perhelatan sekaligus menginformasikan kegiatan ini kepada khalayak dan pencinta seni.

Teks: Anis

Saturday, July 27, 2013

Buka Puasa Bersama Kagama Perwakilan Jakarta 2013

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan sekaligus untuk meningkatkan tali silaturahmi antar alumni Universitas Gadjah Mada yang berada di Jakarta khususnya, KAGAMA Perwakilan DKI Jakarta menggelar acara buka puasa bersama yang diselenggarakan pada 24 Juli 2013.

Bertempat di Puri Agung Hotel Grand Sahid Jakarta, acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, para Dekan Fakultas Universitas Gadjah Mada, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Wakil Ketua DPR Drs.Priyo Budi Santoso, serta para pejabat dan pengusaha yang merupakan alumni UGM yang berdomisili di Jakarta.

Dalam buka puasa bersama ini para alumnus yang hadir dihibur juga oleh lantunan musik religi yang dibawakan oleh Group Nasyid Pelangi, dan siraman rohani oleh Bapak Marzuki Usman.

Teks & Foto: Herlan

Wednesday, July 24, 2013

Penutupan Pameran Lukisan di MesaStila

Bekerja sama dengan MesaStila untuk kedua kalinya merupakan pengalaman yang berharga. Lebih kurang sebulan mengadakan pameran lukisan di MesaStila, master lukis Solichin banyak bertemu dan berinteraksi dengan pengunjung yang berminat akan goresan pensilnya. Hal itu disampaikan Solichin pada saat penutupan pameran lukisan miliknya, 19 Juli 2013.

Pada saat pembukaan pameran, Solichin menyelesaikan beberapa sketsa mengenai six elements yang digagas MesaStila, Magelang, sebagai ikon wellness yang sesuai dengan konsep MesaStila, kegiatan fisik, makanan bernutrisi, management stress, pendidikan dan informasi, kebudayaan dan petualangan, dan kesadaran emosi dan spiritual. Keenam unsur tersebut membaur dalam aktivitas yang MesaStila sediakan untuk para tamu-tamunya.

Menurut Solichin, menuangkan konsep wellness ke setiap goresannya selama berada di MesaStila sangatlah menyenangkan karena selain suasananya mendukung, objek yang akan dijadikan sketsa pun sudah tersedia. Jadi tinggal berimajinasi ke dalam helaian kertas. Ia berharap, event ini akan berlanjut ke depannya karena bisa dijadikan sebagai wadah berekspresi untuk para pencinta dan penikmat seni.

Sementara itu Atik Setyowati, senior sales manager MesaStila menyampikan bahwa menurut rencana, MesaStila akan menerbitkan buku sketsa edisi kedua yang berisi kumpulan sketsa konsep wellness dari tangan Sang Master setelah sukses menerbitkan buku kumpulan sketsa edisi pertama.

Teks: Anis RN; Foto: Ist.

Sunday, July 21, 2013

Natural Indigo Batik for All Seasons

Busana-busana batik yang menawan ditampilkan dalam sebuah perhelatan peragaan busana di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 18 Juli 2013. Dengan ragam hias yang menggambarkan kekayaan, simbol-simbol, dan keindahan flora-fauna Indonesia, batik-batik itu diolah dengan sat warna alami. Karena itu, peragaan busana yang diselenggarakan oleh Galeri Batik Jawa ini mengusung tema “Batik Indigo Alam untuk Semua Musim (Natural Indigo Batik for All Seasons)”.

Ragam hias batik Jawa pada dasarnya terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu geometric dan nongeometric, di antaranya dikenal ragam hias Parang, Kawung, Semen, Nitik, Lung-lungan, Sekar Jagad, dan perkembangan yang terjadi. Sebelum ada warna sintetik, lebih dari seratus tahun yang lalu, seluruh ragam hias batik Jawa telah tampil dengan pencelupan rintang warna alam. Kini, Galeri Batik Jawa mengembalikan lagi dengan pencelupan dingin zat warna alam.

Peragaan busana ini sekaligus menunjukkan perjalanan panjang Galeri Batik Jawa mengembangkan batik indigo. Selain itu, juga menunjukkan betapa ragam hias batik tradisi dari iklim tropis dengan pengolahan warna ini, mampu diselaraskan dalam gaya iklim empat musim.

Teks & Foto: Herlan

Friday, July 19, 2013

Laguna Spring Jogja Banyak Diminati Masyarakat

Jogjakarta potensial untuk pengembangan bisnis property khususnya perumahan kelas premium. Sejak beberapa tahun terakhir, munculnya perumahan di kelas ini cukup banyak diminati masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan penjualan yang terus meningkat.

PT.Sumber Baru Residence salah satu pengembang perumahan di kelas premium dengan brand Laguna Spring Jogja telah membuktikannya. Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun sejak dluncurkan, dari 71 property yang ditawarkan, lebih dari 60 % terjual. “Target kami kurang dari 2 tahun lagi semua akan terjual,” ungkap Hendra Kurniawan Direktur Utama PT.Sumber Baru Residence.

Ditemui di sela-sela pameran property bertajuk “Property Waahh” di Atrium Ambarrukmo Plaza 16 Juli 2013 Hendra mengatakan bahwa Jogja memang cukup bagus untuk pengembangan bisnis ini.”Dari sekian persen yang sudah terjual, sekitar 70% konsumen berasal dari luar Jogja dan 30% nya dari Jogja,”imbuhnya. Berbagai macam strategi pemasaran dilakukan untuk menarik minat masyarakat. Diantaranya melalui billboard, pameran property, marketing promo baik di media cetak maupun dalam bentuk materi promo lainnya. Untuk mempermudah konsumen dalam transaksi, PT.Sumber Baru Residence bekerjasama dengan beberapa pihak perbankan antara lain, Mandiri,BCA dan Permata. Dengan bunga KPR yang cukup kompetitif dan terjangkau.

Sementara itu Rikha Sari Kurnia Dewi, selaku Marketing Manager PT.Sumber Baru Residence menambahkan konsumen yang membeli property di Laguna Spring Jogja, rata-rata selain untuk hunian juga digunakan sebagai investasi. “Pada hari pertama pameran apresiasi masyarakat akan Laguna Spring Jogja cukup baik.Harapan kami akan banyak transaksi dan penambahan penjualan, “ kata Rikha.

Teks: Anis RN

Wednesday, July 17, 2013

Soft Opening Dafam Fortuna Malioboro

Munculnya hotel-hotel di Jogjakarta beberapa tahun terakhir ini tentu saja memunculkan banyak persaingan di antara para pelaku bisnis di bidang ini. Namun persaingan tersebut dirasakan masih sehat. Salah satu indikatornya adalah okupansi yang sangat bagus. Indikasi ini membuktikan bahwa bisnis di bidang perhotelan di Jogjakarta berkembang sehat. Hal tersebut disampaikan M.Tazbir,M.Hum Kepala Dinas Pariwisata DIY pada saat soft opening Dafam Fortuna Malioboro, 12 Juli 2013.

“Kami berharap kehadiran Dafam Fortuna Malioboro dapat bersinergi dengan pemerintah dan industry pariwisata dan semua pihak yang bergerak di bidang pariwisata, sebagai bentuk dukungan untuk Jogja, “ kata Tazbir.

Hotel yang berlokasi di Jalan Dagen 60 Yogyakarta, hadir dengan konsep hotel bintang tiga. Berjumlah lima lantai dengan jumlah kamar 100, dilengkapi restoran 24 jam, mini bar untuk menikmati kopi,swimming pool dan sky lounge bar yang terletak di root of serta free internet 7MB..

Doni Avianto selaku General manager Dafam Fortuna malioboro mengatakan, pihaknya siap ikut berpartisipasi dalam melayani tamu-tamu yang ke Jogja dengan suasana khas Jogja berupa sajian makanan Jogja dari chef terbaik dan memberikan layanan kepada tamu dengan skala internasional.”Kami menyediakan minuman-minuman terbaik untuk tamu di sky lounge dan di mini bar. Kami berharap tamu akan nyaman. Dengan lokasi strategis di area malioboro 100% kami percaya bahwa Dafam Fortuna Malioboro akan selalu penuh dan menjadi tujuan utama tamu.

Hadir dalam soft opening Dafam Fortuna Malioboro, Ketua PHRI DIY Istidjab M Danunegoro, Ketua Asita DIY, Edwin Ismedi Himna, tokoh masyarakat setempat dan keluarga Agung Hartono selaku pemilik hotel.

Teks: Anis RN

Pameran Batik Sekarjagad

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir semua daerah di Indonesia mempunyai corak dan motif batik yang berbeda-beda. Untuk melestarikan kain batik tersebut, Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad menggelar Bazaar Batik Ramadhan dan Pameran Batik dengan Motif “Ragam Parang”. Pameran batik ini digelar tanggal 11-13 Juli lalu di Pendopo Wisma Kagama, Kompleks UGM, Bulaksumur, Yogyakarta. Dalam pameran tersebut dipamerkan motif batik ragam parang dari para kolektor yang selama ini masih terlibat dalam pelestarian batik.

Para kolektor batik tersebut diantaranya GBRAy Murdokusumo yang memamerkan koleksi parang seturun, parang kestop, parangseling grombol, dan baladewa. Selain itu Hani Winotosusatro turut memamerkan koleksi batiknya seperti parang barong, parang latar putih, parang keris, parang barong ageng, dan parang gandreh. Selain pameran juga diadakan bazaar batik yang diikuti oleh toko dan gerai batik yang tergabung dalam Paguyuban Sekarjagad. Peserta bazaar tersebut berasal dari Kebumen, Yogyakarta, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul.

Bazaar batik tersebut menampilkan produk batik dari toko-toko batik seperti batik cap, batik tulis, dan juga pakaian jadi. “Pameran batik seperti ini biasanya rutin tiga bulan sekali,”ujar Yuni salah satu peserta bazaar. Dalam pameran tersebut Yuni juga mendemonstrasikan cara membuat batik tulis. “Kainnya biasanya dua meter, jadinya biasanya satu minggu tergantung motif dan polanya,”jelasnya sambil menggoreskan canthing ke kain yang sudah digambar pola.

Teks: Veronika Sekar

Sunday, July 14, 2013

Hyatt Gelar Corporate Gathering & Buka Puasa Bersama

Jumat, 12 Juli 2013 lalu, Hyatt Regency Yogyakarta mengadakan Corporate Gathering sekaligus buka puasa bersama di Bogey’s Teras. Di tempat yang memadukan konsep joglo tradisional Jawa dengan open bar bergaya modern tersebut, lebih kurang 100 top clients Hyatt Regency Yogyakarta diundang untuk menikmati hidangan berbuka puasa ala Hyatt. Acara tersebut juga digunakan untuk melepas waktu bersama dengan berbuka puasa dan ajang apresiasi bagi semua relasi yang sudah mensupport Hyatt Regency Yogyakarta selama ini.

Sejumlah tamu penting Yogyakarta hadir dalam acara tersebut, seperti Bupati Sleman Sri Purnomo, Pimpinan BNI UGM Wisnaldi, dan Pimpinan BPD DIY Nano Tirta. Selain buka bersama, acara petang itu juga dimeriahkan dengan pembagian voucher dan doorprize menarik seperti 1 buah LED TV yang diberikan kepada relasi Hyatt Regency Yogyakarta yang beruntung. Dalam menyambut hari raya Idul Fitri, Hyatt Regency Yogyakarta memberikan harga spesial untuk Garden View room Rp 1.588.000 nett termasuk breakfast berlaku tgl 7,8,9 dan 10 Agustus 2013.

Teks: Veronika Sekar

Saturday, July 13, 2013

Seperempat Abad FKY

Tak terasa, gelaran Festival Kesenian Yogyakarta telah memasuki usia yang ke- 25 tahun. Seperempat abad sudah pesta rakyat ini digelar secara rutin setiap tahunnya. Sebagai salah satu event tahunan, FKY telah “melahirkan” banyak agenda seni seperti ArtJog, Yogyakarta Gamelan Festival, Jogjakarta Art Film Festival yang sekarang mandiri, lebih fokus dan maksimal dalam berkontribusi mewarnai Yogyakarta. FKY 2013 yang digelar pada 25 Juni – 5 Juli 2013 kali ini telah kokoh menjadi ajang seni budaya kebanggaan Jogja. Mengusung tema Rekreasi, FKY 2013 ingin mengokohkan bahwa inilah saatnya berkreasi kembali, kembali berkreasi agar mendapatkan penyegaran sebelum kembali pada rutinitas.

Bertempat di Pasar Ngasem, acara yang dihelat pada 25 Juni hingga 5 Juli 2013 ini bertujuan untuk semakin mendekatkan dengan masyarakat, dimaknai secara sederhana, ringan dan segar. Pasar Ngasem dihias dengan berbagai anyaman sebagai symbol identitas untuk saling menguatkan satu sama lain sehingga dapat berfungsi sebagai tempat. Selain menghadirkan berbagai pertunjukan seni di ampiteater, Pasar Ngasem disulap menjadi Pasare Kreasi yang menghadirkan pameran dan penjualan produk kreatif, kuliner, fashion, hobi dan komunitas.

Teks: Della Y. ; Foto : Istimewa.

Friday, July 12, 2013

Bakti Sosial Pemuda Pancasila

Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Sleman, mengadakan acara bakti sosial dilokasi tanah longsor di Kelurahan Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Minggu 7 juli 2013. Didukung juga oleh Pemuda Pancasila MPC Bantul, MPC Kota, MPC Gunung Kidul, dan MPO Pemuda Pancasila.

Acara Baksos ini didahului oleh konvoi 200 motor serta 9 mobil dari anggota Pemuda Pancasila perwakilan dari berbagai MPC di DIY. Selain untuk mewujudkan serta menunjukan kepedulian para anggauta Pemuda Pancasila terhadap sesama, Baksos ini juga diharapkan lebih mempererat rasa persaudaraan diantara para kader Pemuda Pancasila, serta membangun sinergi untuk berpartisipasi aktif dalam membantu masyarakat DIY.

Teks & Foto: Istimewa.

Thursday, July 11, 2013

UGM Gelar The 22nd Amic Annual Conference

Pada tanggal 4-7 Juli 2013 lalu, jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menggelar The 22nd Asian Media Information and Communication Annual Conference (AAC 2013). Bertempat di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, konferensi tahunan ini mengambil tema “Transformational Communication and The New Asia”. Tema ini dianggap sangat kontekstual bagi Indonesia dan Asia serta berelasi kuat dengan UGM. Dalam konferensi tersebut juga dibahas mengenai transformasi media dan tantangan dalam perkembangannya di masa mendatang , serta peranan penting media yang merupakan salah satu kunci pendorong kemajuan Asia sebagai pilar kebudayaan dunia.

Konferensi yang digelar tiap tahun ini, diadakan secara bergantian di negara-negara Asia dan Pasifik. Konferensi tersebut juga menjadi ajang pertukaran gagasan serta memetakan perkembangan yang telah dicapai di bidang ilmu komunikasi dan media antara para akademisi, praktisi, dan pemerhati bidang komunikasi dan media di kawasan Asia Pasifik dan Internasional.

Konferensi tersebut dihadiri lebih kurang 400 peserta dan presenter internasional dengan beragam latar belakang. Konferensi AMIC kali ini melibatkan 24 negara di Asia Pasifik, Eropa, Kanada dan Amerika dengan melibatkan jurusan Ilmu Komunikasi UGM sebagai mitra. Dalam konferensi tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di bidang media massa seperti pendiri dan komisaris Trans TV Indonesia Ishadi SK, President Radio Republik Indonesia Rosarita Niken Widiastuti, dan Senior Editor Kompas Gramedia Group Dr. Ninok Leksono.

Teks: Veronika Sekar

Grand Opening Griya Yunika Homestay

Yogyakarta masih memiliki potensi untuk pengembangan bisnis penginapan. Permintaan tempat menginap yang selalu penuh selama masa liburan menjadi indikator bahwa Jogja masih membutuhkan sarana di sektor ini.

Yunika Tour and Travel menangkap peluang tersebut dengan membuka Griya Yunika Boutique Homestay di Jalan Gatotkaca 10 B Wirobrajan Yogyakarta, 6 Juli 2013 yang lalu. Purwani Retno Andalas, selaku pemilik mengatakan, dibukanya homestay ini merupakan pengembangan dari bisnis yang sudah ada sebelumnya yakni Yunika Tour and Travel dan Villa Yunika Kaliurang. Tujuan dibukanya homestay ini menurutnya sebagai wujud dukungan kepada kota Yogaykarta sebagai daerah tujuan wisata. Pihaknya berharap dengan dibukanya homestay ini nantinya di sekitar lokasi homestay akan menjadi semacam kampong yang sama-sama mendukung pariwisata Jogja.

Pembukaan Griya Yunika Boutique Homestay bersamaan dengan peringatan 10 tahun Yunika Tour and Travel. Di bawah naungan PT.Yunika Putra Dewata selain tour and travel, homestay dan villa juga memiliki usaha di bidang rumah makan dan event organizer.

Pembukaan dihadiri oleh Ketua PHRI Yogyakarta, Istidjab M.Danunegoro ditandai dengan pemotongan pita. Istidjab dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat gembira dengan kehadiran homestay Griya Yunika sebab dapat menambah sarana akomodasi di daerah barat Jogja dan sebagai wujud mendukung pariwisata. Sepanjang tahun 2012 sampai dengan 2013 sudah ada penambahan sekitar 30 hotel di Jogjakarta. Hal tersebut tentunya selain dapat mensejahterakaan masyarakat, mengurangi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi juga dapat menambah pendapatan asli daerah.

Teks: Anis

Wednesday, July 10, 2013

Sewindu Jogja Fashion Week 2013



Dunia fesyen sepertinya mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Tren fesyen yang selalu berputar dibarengi dengan inovasi dan kreasi dari para perancang busana membuat produk-produk fesyen tidak pernah membosankan. Event-event fesyen seperti karnaval dan peragaan busana juga semakin kerap digelar di beberapa daerah, salah satunya Jogja Fashion Week 2013 (JFW).

Pagelaran busana yang digelar tiap tahun ini tak terasa sudah memasuki tahun ke-8 penyelenggarannya. JFW tahun ini diselenggarkaan mulai 3–7 Juli 2013 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Pada Rabu, 3 Juli 2013 lalu, JFW resmi dibuka oleh Sri Paduka Paku Alam IX. Dengan mengambil tema “Simfoni Khatulistiwa”, JFW diharapkan mampu mengangkat kekayaan alam Indonesia, keragaman budaya nusantara sebagai penyanggga kerekatan serta perekat dalam persatuan bangsa yang disuarakan sebagai pijakan dasar membangun citra bangsa yang besar dan kuat. “Simfoni Khatulistiwa sesuai dengan kondisi Indonesia yang beragam. Sangat disayangkan bila tidak dilestarikan,” ucap Sri Paduka Paku Alam IX dalam sambutannya. Acara pembukaan juga diramaikan oleh persembahan tarian yang apik dari Bala Mahardika bertajuk “Zamrud Khatulistiwa” kemudian disusul oleh peragaan busana dengan tema “Mahakarya Batik Bantul”.

Tuesday, July 9, 2013

Bersepeda Wisata Bersama Royal Ambarrukmo dan Polygon

Bersepeda menyusuri jalan sembari menikmati pemandangan sekitar menjadi keasyikan tersendiri. Terlebih jika kegiatan bersepeda itu dilakukan bersama-sama dengan kawan. Selain menyehatkan badan, kegiatan bersepeda juga telah menjadi sebuah trend dan gaya hidup. Jenis sepeda pun menjadi sebuah simbol kebanggan bagi sang pemakainya.

Royal Amabrrukmo Yogyakarta bersama Polygon pada Sabtu 6 Juli 2013, meluncurkan kegiatan bersepeda wisata. Kegiatan perdana diikuti oleh semua media dan relasi bisnis serta diikuti atlet sepeda nasional Nur Hayati. Peserta menyusuri rute, mulai dari pendopo Royal Ambarrukmo menuju Alun-alun Selatan, kemudian menikmati salah satu kuliner Yogyakarta, dan kembali lagi menuju hotel.

L. Sudarsana, General Manager Royal Ambarrukmo, mengatakan bahwa kegiatan bersepeda ini akan menjadi program rutin di Royal Ambarrukmo Yogyakarta. ”Banyak tempat-tempat wisata di Jogja yang bisa dijangkau dengan bersepeda. Setelah puasa, kami juga sudah siapkan paket-paket istimewa untuk tamu. Bagi tamu yang akan pinjam sepeda akan kita pinjamkan gratis, ” ungkapnya. Ditambahkannya, kegiatan bersepda di Royal Ambarrukmo Yogyakarta didukung oleh Polygon dengan memberikan lebih kurang 25 sepeda yang dapat digunakan untuk tamu dan komunitas lainnya.

Teks: Anis

Infobank Award 2013, Apresiasi untuk Kinerja Bank



Pada tanggal 4 dan 5 Juli 2013, Majalah Infobank menyelenggarakan ”Infobank Award” yang merupakan penghargaan bagi para pelaku ekonomi di sektor perbankan Indonesia. Acara ini juga merupakan bukti kepedulian dan kesetiaan Infobank dalam memberikan informasi serta mengkritisi dan mengawasi dunia perbankan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur/Wakil Pemimpin Redaksi Infobank, Eko B. Supriyanto dalam sambutannya.

Acara hari pertama dimulai dengan Infobank BPR Award yang diselenggarakan di Hotel Red Top Jakarta pada 4 Juli 2013 yang lalu. Pada acara tersebut, Infobank memberikan penghargaan terhadap beberapa Bank Perkreditan Rakyat yang termasuk ke dalam predikat sangat baik dalam kinerja perbankan di tahun 2013.

Monday, July 8, 2013

Budaya Maritim dalam Seni Kontemporer ART | JOG | 13



Ratusan lempengan plat besi dari drum bekas menutupi bagian depan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), membentuk layaknya dinding kapal. Di depannya tampak komidi putar berdiameter 5 meter dengan tinggi 8 meter dihiasi dengan tujuh boneka besar berputar di lingkaran luar komidi putar. Tujuh boneka besar tersebut menggambarkan petualang, pedagang, ahli agama, ahli gambar, juru masak, ploitisi atau diplomat, dan ahli bahasa. Bagian dalam komidi putar dikelilingi oleh boneka-boneka berukuran sedang dengan sesosok boneka kecil sebagai pusatnya. Itulah “Finding Lunang”, karya Iwan Effendi yang berkolaborasi dengan Papermoon Puppet Theatre. Lunang, dimaksudkan sebagai simbolisasi Nusantara yang masih polos dan belum terjamah. Sementara ketujuh petualang tersebut adalah perwujudan dari mereka yang pernah mengisi sejarah Nusantara.

Friday, July 5, 2013

MGM Menggelar Table Top di @Hom Platinum

Metropolitan Golden Management sebagai operator brand Horizon,@Hom dan Aziza belum lama ini menggelar table top. Mengambil lokasi di @Hom Platinum Gowongan Yogyakarta, 3 Juli 2013. Table top untuk lebih mendekatkan ketiga brand yang dioperatori MGM kepada
konsumen.

Kegiatan MGM Table Top terbilang cukup unik. Dimana peserta merupakan brand-brand MGM yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Masing-masing peserta menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerah.

Selain untuk memanjakan customer, table top dengan tema The Real Indonesia juga bertujuan untuk social, humanity dan membangun hubungan personal antar masing-masing unit. Agus Effendi, Corporate GM Sales & Marketing MGM mengatakan, Jogja dipilih sebagai kota pertama dikarenakan dalam kurun waktu satu tahun sejak kehadiran @Hom Premiere kemudian @Hom Platinum, tingkat huniannya cukup bagus, bahkan pada saat liburan terjadi high ocuppantion.”Nantinya di Jogja bakal ada 3 property yang akan kami operasikan,diantaranya @Hom Premiere,@Hom Platinum dan Horison Riss Jogja ” ungkap Agus.

Benk Mintosih, selaku Regional GM Central Java and DIY menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dimana para GM Horison seluruh Indonesia berkumpul sekaligus mengadakan roadshow. Kegiatan ini rencananya akan rutin diadakan selama 3 bulan sekali dengan lokasi yang berbeda.”Sebelumnya kami sudah mengunjungi sekitar 20 klien di Jogja dan Solo.Tanggapan mereka cukup bagus,bahkan dari masing-masing unit telah terjadi transaksi bisnis,” ungkap Benk.

Teks: Anis

Thursday, July 4, 2013

Supitan, Prosesi Penanda Kedewasaan

Sebuah tradisi agung warisan leluhur sudah selayaknya tetap dipertahankan. Salah satunya upacara Supitan, sebuah seremoni khitanan yang merupakan bagian dari tradisi kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Upacara adat Supitan termasuk sebuah prosesi yang cukup langka dilaksanakan. Oleh karenanya, dengan tujuan mulia untuk melestarikan tradisi, Himpunan Ahli Seni Tata Rias Dan Busana Derah Yogyakarta (HASTANATA) yang dipimpin oleh Ibu Tari Donolobo menggelar pelaksanaan prosesi tersebut dalam pertemuan 2 tahunan Trah Paguyuban Hamengku Buwono VI se Jabodetabek, pada 30 Juni 2013 lalu.

Upacara khitanan yang dilaksanakan dalam tradisi Keraton Yogyakarta ini mengandung banyak filosofi dan keunikan yang patut untuk dipelajari dan dilestarikan. Supitan atau Khitan dalam tradisi keraton adalah kewajiban bagi seorang putra kerajaan dan bagi umat muslim hal ini juga merupakan kewajiban. Perintah ini terkandung dalam Hadist Riwayat Abu Hurairah, bahwa hitan juga sudah dilaksanakan sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW.

Dalam upacara Supitan ini terdiri dari lima upacara yang harus dilaksanakan oleh sang putra dan keluarga pemangku hajat. Rangkaian upacara tersebut diantaranya adalah Majang, Tarub, Siraman, Ngabekten dan Gress. Ketika menggelar upacara ini, diperlukan beberapa peralatan pendukung diantaranya krobongan (ruang berbentuk segi empat ditutup dengan kain sutra putih yang didalamnya ada sebuah kursi dan sajen-sajen), kepala dengan songkok atau disebut puthutan, baju bludiran tanpa lengan, buro, gelang kono, karset rantai bros, elebut, kalung sungsun, ode kollonye, saputangan, unjuan, cengkal perak, dan kain prada (biasanya motif yang dipakai adalah Nyamping Parang Kusumo).

Upacara-upacara yang termasuk dalam rangkaian upacara supitan ini memiliki arti dan tujuan yang sakral, yaitu diantaranya Majang berasal dari bahasa jawa artinya yaitu menghias. Majang asal kata dari pajang, kemudian kata tersebut mendapat akhiran “-an” dan menjadi pajangan. Alat-alat yang diperlukan untuk majang antara lain, bleketepe, yaitu daun kelapa muda yang dianyam, walaupun tidak semua atap dipasangi bleketepe artinya “wes tumplek blek ukete” (erat dan rukun). Maksudnya keluarga yang rukun saling membantu dan selalu berhubungan erat.

Tarub adalah memasang tambahan “eyub-eyub”(tempat berteduh). Selanjutnya tarub ini dihiasi janur kuning. Janur kuning yang digunakan sebagai hiasan tarub tidak boleh digantung tapi harus disobek kecil-kecil atau dihilangkan lidinya. Tarub ini dihiasi dengan tuwuhan (tumbuh-tumbuhan) yang juga dilengkapi dengan seperangkat makanan. Bermacam-macam tumbuhan itu mengandung arti kemakmuran tanaman atau harapan kemakmuran bagi si anak di kemudian hari.

Kemudian anak tersebut mengikuti upacara siraman air kembang dengan harapan anak tersebut bersih dari segala noda baik lahir dan batin. Dengan didampingi oleh para bandara putri termasuk ibu dari putri raja, saudara perempuan, dan putri-putri kerabat Keraton yang dipimpin oleh bendara putri yang lebih muda sampai seterusnya. Siraman dilakukan dalam satu hari sebelum upacara gres. Usai siraman, dilakukan upacara ngakbeten yaitu sungkem atau menghaturkan sembah kepada orangtua. Hal ini melambangkan pernyataan terima kasih kepada orangtua atas segala asuhan dan bimbingannya sampai saat ia dikhitan bahkan ia telah dewasa, serta mohon doa restu agar sukses dan bahagia.

Sebagai puncak dari seluruh rangkaian acara, digelar upacara Gres yakni saat pemotongan kulit kepala kemaluan laki-laki si anak yang menyelimutinya. Upacara ini berlangsung pada pagi hari, sebelumnya anak yang akan dikhitan disuruh berendam dalamair beberapa lama, agar waktu gres darah tidak banyak mengalir. Dalam upacara ini, putra Sultan yang akan dikhitan didampingi oleh penganthi. Seorang pangeran yang bertugas mendampingi putra Sultan mulai dari hendak menuju pekobongan hingga kembali ke Kasatriyan lagi. Adapun sang pemangku merupakan seseorang pangeran yang diberi tugas memangku putra raja pada saat disunat.

Jika pelaksanaan khitanan sudah selesai semuanya, maka kembalilah Sultan ke Bangsal Kencono diiringi para Pangeran, kemudian seorang nerpa cundaka diutus pergi ke Bangsal Manis, tempat menyiapkan hidangan. Setelah itu, maka putra Sultan yang habis dikhitan tadi diperintahkan kembali ke Kesatriyan dengan diantar oleh para pengampil untuk beristirahat. Para putra Sultan bersama para Pangeran Pemangku (Penganthi) berjalan menuju Kesatriyan diiringi ampilan seperti semula ketika menghadap. Kemudian Sultan memerintahkan bubar pasowanan itu, raja sendiri masuk ke dalam puri dan yang lain pulang kembali ke rumah masing-masing.

Teks & Foto: Herlan

Wednesday, July 3, 2013

Pameran dan Seminar Batik Nitik

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun yang ke 37, Museum Tekstil Jakarta menggelar pameran dan seminar Batik bertajuk “Mengungkap Pola Nitik Dalam Wastra Batik”. Seminar dan Pameran ini dibuka pada tanggal 28 Juni 2013 yang lalu oleh istri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Veronica Basuki Cahya Purnama. Satu diantara puspa ragam pola batik klasik yang menyimpan makna luhur didalam kehidupan manusia adalah corak “Nitik” atau disebut juga dengan “Cakar” atau “Cakra”. Bentuknya menyerupai delapan arah mata angin.

Kata nitik merupakan bahasa jawa, yang artinya membuat titik. Pola nitik, terbentuk dari kumpulan titik-titik yang beraturan. Dimulai dari bagian tengah bribilan dilanjutkan menepi ke berbagai penjuru. Asal usul motif nitik, ditengarai merupakan inspirasi dari kain tenun patola yang berasal dari Gujarat, India. Dalam seminar tersebut banyak sekali terdapat informasi mengenai sejarah, jenis pola dan pemakaian batik nitik dalam acara-acara tertentu di lingkungan keraton. Sebagai agen pelestari budaya wastra, Museum Tekstil Jakarta memandang penting dan utama untuk memberikan titik berat perhatian pada upaya pewarisan nilai-nilai atau makna simbolik dibalik wastra batik ini kepada masyarakat khususnya generasi muda melalui berbagai aktivitas bermuatan edukasi dan budaya.

Teks & Foto: Herlan.

Tuesday, July 2, 2013

Syukuran Satu Tahun & Pembukaan Outlet Baru Hotel Pyrenees Jogja

Sebagai destinasi wisata, Kota Yogyakarta seakan tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan apalagi pada musim liburan ini. Hal ini didukung oleh pembangunan hotel-hotel berbintang di kawasan Malioboro, salah satunya Hotel Pyrenees Jogja. Hotel yang terletak di seputar Malioboro, Jalan Sosrowijayan no.1 Yogyakarta ini, pada Jumat, 28 Juni lalu genap satu tahun membuka pintu bagi para wisatawan dan tamu. Perayaan ulang tahun malam itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh pihak hotel kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan malam.

Pada perayaan ulang tahun tersebut, Hotel Pyrenees Jogja juga membuka outlet baru yaitu D’Aneto Sky Lounge. D’Aneto Sky Lounge berkonsep outdoor yang terletak di lantai teratas Hotel Pyrenees menjadi tempat yang ideal dan nyaman bagi tamu untuk menikmati suasana dan panorama Jogja di langit terbuka. Jika cuaca cerah, anda akan disuguhi view Merapi yang indah di sebelah utara.

Pengunjung dan tamu hotel juga dapat menikmati hidangan dan musik ringan bahkan santap malam romantis di outlet ini. Untuk memudahkan akses menuju D’Aneto Sky Lounge, telah dibangun lift kaca transparan yang pertama di kawasan Malioboro. Hotel Pyreenes Jogja memiliki 28 kamar dengan tipe Superior, Deluxe, dan Junior Suite, dan dilengkapi ruang rapat serbaguna serta Andorra Cafe & Restaurant.

Teks: Veronika Sekar

201 Tahun Hadeging Praja Kadipaten Pakualaman



201 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Juni 1812, Pangeran Notokusumo diangkat dan dinobatkan oleh Gubernur-Jenderal Sir Thomas Raffles sebagai Pangeran Merdiko, yakni pangeran yang memperoleh status kemerdekaan dari kekuasaan Kraton Kasultanan Ngayogyakarta. Sejak saat itu, salah satu putra Sri Sultan Hamengku Buwono I ini mulai menyandang gelar sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPA) Paku Alam I, sekaligus menandai berdirinya Kadipaten Pakualaman Ngayogyakarta.

Monday, July 1, 2013

BRAy Untari Hadiwinoto Helat Syukuran Tambah Usia

Akhir Juni lalu, tepatnya pada tanggal 23, The Karaton Ballroom di lantai 8 Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, tampak begitu ramai. Sekitar seratus orang berkumpul bersama dalam sebuah pesta yang diselenggarakan oleh keluarga KGPH Hadiwonoto. Suasana ballroom pun mendadak bertambah semarak setelah berkumandang lagu-lagu dengan iringan organ tunggal yang menjadi penghibur pehelatan tersebut.

Itulah saat di mana keluarga KGPH Hadiwinoto melangsungkan perhelatan syukuran ulang tahun ke-62 Ibu BRAy Untari Hadiwinoto, sekaligus syukuran atas sembuhnya BRAy Untari dari sakit yang telah lama di derita. Meskipun diselenggarakan dengan sederhana, namun nuansa yang tercipta begitu santun dan akrab.

Para tamu yang terdiri dari para pengusaha dan sosialita Jogja, sahabat, serta teman keluarga KGPH Hadiwinoto, satu persatu menghaturkan salam dan selamat kepada BRAy Untari Hadiwinoto, sebelum kemudian larut dalam suasana pesta perayaan tersebut.
Di antara para tamu yang tampak hadir, seperti Konsul Kehormatan Republik Tunisia di Yogyakarta, Moetaryanto Poerwoaminoto; Perwakilan Konsul Republik Ceko di Yogyakarta, Eddy Tjia; pengusaha, Soegiharto Soeleman; pengusaha, Soekeno; tim dokter RS Pantirapih yang menyembuhkan penyakit BRAy Untari; dan lain-lain.

Pada kesempatan berlangsungnya acara, ternyata BRAy Untari tak sendiri berulang tahun. Diumumkan pula kepada para undangan bahwa pesta tersebut juga dipersembahkan untuk sahabatnya, mantan Kapolda DIY Irjen Pol (Purn) Yohanes Wahyu Saronto yang bulan itu juga merayakan ulang tahun ke-65. Hangatnya persahabatan pun tampak dalam pesta tersebut, terlebih saat membahana lagu ”Selamat Ulang Tahun” yang menambah warna pesta tersebut.

Foto: FA Herru; Foto: Albert.

Royal Ambarrukmo Angkat Tradisi Ruwatan ke dalam Hotel

Deso mowo coro, negoro mowo toto. Setiap suku, budaya, dan bangsa memiliki nilai kearifan atau local wisdom masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Tata nilai tersebut merupakan hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya yang spesifik selama berabad-abad. Dengan itu, patut bila kita menghormati dan hargai nilai-nilai kearifan masing-masing suku bangsa dan budaya. Tak hanya itu, wajib pula bagi kita nguri-uri nilai-nilai tersebut.

Di Jawa, ruwatan merupakan satu bentuk kegiatan tradisi-budaya yang terbentuk dari nilai-nilai hidup yang dipahami secara kolektif oleh masyarakatnya. Satu ritual upacara tradisional yang telah lama menjadi tradisi orang Jawa. Ruwatan dilakukan, utamanya untuk menghindari atau membebaskan orang dari kesialan hidup dan nasib jelek, serta sebaliknya yaitu untuk memperoleh keselamatan, mencapai kehidupan yang ayom, ayem, tentrem (aman, bahagia, damai di hati). Pendeknya, upacara ruwatan merupakan sarana dan upaya orang Jawa untuk membersihkan diri dari sengkala dan sukerta (dosa dan sial).

Sebagai sebuah tradisi-budaya, ruwatan tetap lestari di zaman ini. Banyak kalangan atau orang Jawa yang masih memperhatikannya sebagai satu warisan budaya yang adiluhung. Salah satunya adalah Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Sebagai salah satu hotel di Yogyakarta yang memiliki visi melestarikan dan merevitalisasi budaya dan tradisi di Yogyakarta, Royal Ambarrukmo mengangkat tradisi ruwatan sebagai salah satu kegiatan budaya di hotel.

Melalui paket yang ditawarkannya dengan harga terjangkau, Ruwatan massal di Royal Ambarrukmo dapat dilakukan bersama-sama dalam satu waktu. Ada paket dengan akomodasi dan tanpa akomodasi. Paket tersebut untuk menyediakan segala fasilitas ruwatan serta prosesinya, seperti sesaji lengkap, pakaian ruwatan, pergelaran wayang kulit, shuttle bus ke Pantai Depok untuk melarung sesaji.

“Ini adalah pertama kali, kami menawarkan paket ruwatan lengkap dengan segala tata caranya bagi siapapun masyarakat yang ingin meruwat dirinya. Paket ruwatan ini tentunya dilakukan oleh ahlinya sehingga akan berjalan sesuai dengan tradisi yang ada,” kata Wiwied A Widyastuti, public relations manajer Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Diadakannya paket ruwatan massal ini untuk melestarikan tradisi dan budaya tradisional, sesuai dengan keinginan hotel bintang lima ini untuk menjadi hotel pionir dalam hal melestarikan tradisi leluhur. Seperti pada tanggal 22 Juni lalu, ruwatan massal di Royal Ambarrukmo pertamakalinya dilaksanakan.

Prosesi ruwatan di Kedaton Royal Heritage dipimpin oleh Dalang Kanda Buwana yang diperankan oleh Ki Cermo Hadi Suyata. Sang dalang meruwat puluhan orang yang dianggap sukerto. Ruwatan akan menjadi sangat berarti, ketika upacara ini dimaknai sebagai ujud kesadaran bahwa dirinya adalah manusia sukerto, lemah tak berdaya, penuh dosa, dan memasrahkan diri kepada Tuhan Penguasa Alam Semesta.

Pergelaran wayang kulit sebagai salah satu syarat pun dimainkan sang Dalang. Menurut Wiwied, wayang kulit yang digelar harus lengkap perlengkapannya, seperti gamelan, wayang kulit komplit satu kotak, kelir dan blencong (lampu minyak). Sesaji, seperti tuwuhan, batu arang, kipas beserta kemenyan, kain mori putih sepanjang lebih kurang 3 meter dan gawangan kelir, juga harus disediakan.

Selain itu, masih ada juga rangkaian sesaji seperti bermacam nasi, seperti nasi golong, nasi wuduk, dan nasi kuning, serta aneka bubur yang berbeda-beda warna yang diwadahkan dalam sebuah tampah. Sesaji ini diletakkan di belakang layar tepat di depan sang dalang selama memainkan wayang. Setelah prosesi ruwatan selesai komplit, bermacam sesaji tersebut kemudian dilarung di Pantai Depok, Bantul, sebagai simbol membuang dosa dan sial.

Harmoni Nusantara,Lestarikan Kekayaan Budaya

Pertunjukkan tari klasik oleh para penari dari Jogja dan Bali pada Selasa, 25 Juni lalu tersaji apik di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pertunjukkan tari klasik bertajuk Harmoni Nusantara tersebut menampilkan Sanggar Tunjung dari Ubud, Bali dan Sanggar Sasminta Mardawa dari Ndalem Pujokusuman, Yogyakarta. Pertunjukan ini juga dimeriahkan oleh seniman tari yang sudah kondhang, Didik Nini Thowok. Acara ini bertujuan untuk melestarikan tarian dan tetabuhan klasik dari kekayaan budaya nusantara.

Dalam acara tersebut Sanggar Tunjung menampilkan beberapa tari klasik Bali diantaranya Tari Windu Pranawa, Tari Barong Ket, dan Tari Semaya (Telek, Jauk, Panamprat, Rangda, Keris), sedangkan Sanggar Sasminta Mardawa menampilkan tari Jawa seperti Tari Serimpi, Tari Golek Menak Putri, dan Tari Golek Menak Kakung. Didik Nini Thowok menampilkan Tari Dwi Muka Jali yang memadukan berbagai gerakan khas Jawa dan Bali (Jali) yang dikemas dengan gerakan-gerakan atraktif dan penuh nuansa komedi.

Harmoni Nusantara diselenggarakan oleh Paguyuban Sanggraheng Lokika, Sanggar Tunjung, dan Sanggar Natya Lakshita – Didik Nini Thowok, sebagai bentuk empati serta kepedulian atas semakin meluasnya krisis identitas yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa. Diharapkan melalui pertunjukkan ini dapat menjadi pemantik guna mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk kembali pada identitas sebagai bangsa dengan budaya yang adiluhung.

Teks: Veronika Sekar
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.