Menampilkan dan memperkenalkan berbagai macam kesenian tradisional Indonesia di berbagai pentas seni yang ada pada kota-kota di berbagai negara, merupakan salah satu cara agar budaya dan seni tradisional Indonesia dapat terkenal dan di sukai oleh masyarakat di seluruh dunia. Hal ini juga dapat meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Indonesia, karena akan semakin banyak wisatawan-wisatawan asing yang datang ke Indonesia untuk melihat dan mempelajari budaya dan seni tradisional khas bangsa Indonesia.
Program Malam Preview Muhibah Seni ini merupakan salah satu misi dari Puspo Budoyo yang rencananya akan menampilkan berbagai macam kesenian tari tradisional Indonesia di Brescia dan Vatikan, Roma, Italia. Dalam pementasan tersebut Puspo Budoyo akan menampilkan 12 kesenian tari Indonesia dengan tema “Mostra Indonesia” dan “Indonesia Faith History In Culture” yang merupakan penggabungan unsur seni dan religi. Untuk memberitahukan dan sekaligus meminta doa restu para penggemar Puspo Budoyo yang ada di Indonesia khususnya Jakarta tentang kesenian –kesenian apa saja yang akan di bawa ke Italia nantinya, Puspo Budoyo mengadakan Malam Preview Seni RBN Puspo Budoyo ke Italia pada 5 November 2013 yang lalu.
“Suatu kebanggaan bagi selutuh masyarakat Indonesia khususnya Puspo Budoyo karena bisa menampilkan kesenian tradisional bangsa Indonesia di ajang seni berkelas Internasional dan ini merupakan kesempatan yang spesial bagi Puspo Budoyo. Oleh karena itu agar penampilan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, kami mengaharapkan dukungan dan doa dari para pecinta seni dan penggemar Puspo Budoyo yang hadir pada malam ini,” ujar Luluk Sumiarso, Pimpinan Puspo Budoyo, dalam sambutannya.
Pada Malam Preview Muhibah Seni RBN Puspo Budoyo ke Italia yang bertempat di Nusantara Room Hotel Dharmawangsa Jakarta ini Puspo Budoyo menampilkan 7 tarian. Antara lain tari Blambangan Cakil dan Bedhaya Majapahit dari Provinsi Jawa Tengah, Tari Mambri khas Provinsi Papua, Tari Jejer dari Banyuwangi, Tari Gendhing Sriwijaya dari Selatan, Tari Zapin dan Tari Saman dari Pulau Sumatera.
Puspo Budoyo merupakan sebuah Pusat Paduan Nusantara yang terdiri dari Sanggar Seni dan Rumah Budaya. Paguyuban Puspo Budoyo didirikan pada 6 Agustus 2003 oleh H. Lies dan H. Luluk Sumiarso. Tujuan didirikannya paguyuban ini adalah untuk meneguhkan eksistensi kesenian tradisional rakyat dan mempopulerkanya di kalangan masyarakat Indonesia pada umumnya. Diharapkan kesenian rakyat tersebut akhirnya menjadi kesenian nasional yang digemari oleh segala lapisan masyarakat dan suku-suku bangsa Indonesia.
Untuk pementasan di Italia ini merupakan penampilan ke 6 Puspo Budoyo di mancanegara. Ini merupakan salah satu prestasi yang membanggakan, karena Indonesia masih memiliki kelompok yang peduli dan cinta terhadap budaya dan seni tradisional khas Bangsa Indonesia.
Teks & Foto: Herlan

