468x60bannerad

Wednesday, November 20, 2013

Philips “Kota Terang Hemat Energi”: Membuat Yogyakarta Lebih Bercahaya

Matahari mulai merangkak kembali ke peraduannya dan memancarkan warna kemerah-merahan di langit Yogyakarta. Meski waktu akan berganti malam, tapi tak menyurut langkah warga mendatangi alun-alun utara untuk menyaksikan proses pencahayaan di Pendapa Pagelaran Keraton dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret dalam acara “Kota Terang Hemat Energi Bersama Philips” dengan menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED).

Ya, setelah menyelenggarakan program “Kota Terang Hemat Energi bersama Philips LED” di Denpasar, Surabaya dan Palembang. Menutup tahun 2013 ini, Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) hadir untuk memberikan pencahayaan teknologi LED di dua ikon kota Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Pagelaran Keraton dan Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Head of Marketing Lighting PT Philips Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira mengatakan, sebagai perusahaan yang berusaha memberikan inovasi, Philips bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah DIY untuk memberikan pencahayaan paling inovatif LED di dua ikon budaya dan sejarah. Philips berharap kontribusi ini dapat membuat masyarakat DIY semakin bangga terhadap nilai-nilai yang dimiliki.

Dalam acara tersebut, Philips menggunakan model Vaya Flood, EW Blast dan Vaya Linear untuk menyinari Pagelaran Kraton di Alun-alun Utara dan Monumen Serangan Umum 1 Maret yang terletak berdekatan dengan Benteng Vredeburg. Dengan pencahayaan LED tersebut,kemegahan Pagelaran Kraton dan keindahan detail patung Monumen Serangan Umum 1 Maret menjadi semakin terlihat menonjol. Data Enable Pro pada sistem pencahayaan memudahkan untuk pengaturan yang dapat dilakukan dalam semua kondisi cuaca, dapat diprogram sepenuhnya sesuai dengan pertunjukan cahaya yang diinginkan.

Sebenarnya, kehadiran Philips di kota Yogyakarta sudah cukup lama. Bersama dengan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, pencahayaan dari Philips telah menerangi Gedung Agung, Tugu Yogyakarta, Air Mancur Adipura, dan Stadion Bantul. Selain itu, pencahayaan Philips LED juga telah diaplikasikan pada Pesantren Al-Munawwir dan Eastparc Hotel.

Mengapa lampu LED? Menurut Ryan, riset Philips menunjukkan bahwa konsumsi listrik yang digunakan untuk pencahayaan mencapai 19% setiap tahunnya, dan menyebabkan 1,9 milyar ton emisi CO2 di seluruh dunia. "Dengan menggunakan pencahayaan berbasis LED, pencahayaan yang diberikan tidak hanya menciptakan lebih dari 18 juta warna untuk pertunjukan pencahayaan, tetapi juga dapat membantu penghematan energi hingga 85 persen sekaligus tahan hingga 15 tahun,” kata Ryan.

Rangkaian Program “Kota Terang Hemat Energi bersama Philips LED” di Yogyakarta tidak hanya sebatas itu saja. Program mengenalkan teknologi dari Philips sudah dimulai dari tanggal 28 Oktober yang lalu dengan dibukanya Philips Home Lighting Store di Semarang, pengadaan acara LED Workshop Campus di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Philips juga mengadakan ‘Liveable Cities’ Roundtable untuk membahas mengenai arti kota nyaman huni yang diisi dengan acara LED Talk Show di Pendopo Gathrie, Royal Ambarukmo Yogyakarta Hotel, dan sebagai puncaknya di tanggal 2 November, sejumlah program diselenggarakan di area Alun-alun Utara Yogyakarta berupa Terowongan LED, Pameran LED, “Touch the LED Light Competition”, Bazaar Komunitas, prosesi penyalaan pencahayaan Pagelaran Keraton dan Patung Serangan Umum 1 Maret, dan konser musik Kota Terang yang menghadirkan Sheila On 7, Princess, Bunga Citra Lestari dan Ari Lasso.

Teks: Wahyu Indro S; Foto: Albert
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.