Disaksikan keluarga besar Keraton Yogyakarta serta para tamu undangan, akad nikah dilaksanakan dengan hikmat dan tak berkurang kesakralannya di kediaman GBPH Prabukusumo, di kawasan Alun-alun Selatan Yogyakarta. Keluarga Keraton Yogyakarta yang tampak hadir saat itu, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X, KGPH Hadiwinoto, GBPH Joyokusumo, GBPH Yudoningrat, GBPH Suryodiningrat, GBRAy Murdokusumo, GKR Condrokirono, KPH Purbodiningrat, BRAy Suryodilogo (Pura Pakualaman), dan lain-lain.
Selain keluarga besar keraton, para pejabat dan tamu undangan yang turut hadir menyaksikan prosesi pernikahan tersebut, seperti mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Nugroho Djayusman, Kapolda Yogyakarta Hakka Astana, mantan walikota Yogyakarta Hery Zudianto, juga Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti.
Kemudian, seperti seharusnya tata cara adat pengantin Jawa, rangkaian pernikahan dilanjutkan dengan upacara panggih atau bertemunya pengantin putri dan pengantin putra. Iringan gending Jawa yang dimainkan secara langsung oleh para pengrawit, melatarbelakangi prosesi adat pengantin tersebut.
Dalam upacara panggih, ada beberapa tahapan yang musti dilakukan. Seperti tukar menukar kembar mayang yang bermakna dan tujuan bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan. Lalu, balangan gantal atau lempar melempar buntalan sirih dengan harapan semua godaan yang menghalangi akan hilang setelah terkena lemparan. Kemudian juga ada tahapan midak endog, di mana pengantin pria menginjak telur ayam dan kemudian kakinya dicuci oleh pengantin wanita.
Begitulah secuil prosesi dari seluruh rangkaian upacara adat Jawa yang tampak dalam pernikahan pasangan pengantin ini. Semuanya sudah barang tentu memiliki makna dan simbol kehidupan yang agung.
Setelah beberapa tahapan selesai dilakukan, kedua pengantin yaitu RAj Hira Juwita Prabu Putri (putri sulung GBPH H Prabukusumo dan BRAy Hj Roswarini Prabukusumo) dan Ipda Pol Amantha Wijaya Kusuma (putra kedua Irjen Pol Drs H Wisjnu Amat Sastro, SH dan Hajah Mutiara Sitepu), menerima ucapan selamat dari para keluarga dan tamu yang hadir, dan berkesempatan berfoto bersama.
Aura agungnya adat Jawa serta kebahagian mempelai dan kedua keluarga, jelas mengambang di hari itu. Selebihnya, acara resepsi pernikahan dilanjutkan pada hari Minggu di gedung Jogja Expo Center.
Teks: FA Herru; Foto: Albert
