468x60bannerad

Sunday, May 26, 2013

Pre-Opening Lareayu Spa

Berawal dari meningkatnya kebutuhan kaum hawa akan perawatan kecantikan, Maya Hernowo mendirikan Lareayu Spa. Salon dan spa yang terletak di Jl. Perumnas APH Seturan B40 ini, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para perempuan yang ingin mendapatkan perawatan tubuh luar dalam secara lengkap.

Salah satu paket unggulan Lareayu Spa adalah Paket Sri Wedari yang dilengkapi dengan body massage, lulur, dan masker badan di ruangan VIP dengan jacuzzi bernuansa hutan. Lareayu Spa juga menggunakan bahan-bahan tradisonal yang dipercaya memberikan manfaat maksimal bagi pemakainya, seperti rempah-rempah, coklat, green tea, dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut berasal dari lokal maupun luar negeri. Bagi Anda yang menginginkan bentuk tubuh yang lebih ramping dapat mencoba paket Slimming Body Massage disertai dengan Wrapping. Selain itu, Lareayu Spa juga menyediakan akupresur untuk wajah hingga daerah kewanitaan.

”Dengan gemericik air mancur dan alunan nada Jawa yang lembut, Anda akan merasakan pengalaman spa dengan penuh ketenangan dan relaksasi mendalam”, jelas Maya Hernowo, owner Lareayu Spa. Untuk menikmati fasilitas dan servis dari terapis yang terlatih dan berpengalaman tersebut, harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp. 25.000 untuk creambath termasuk pijat punggung tangan dan kaki, serta 50.000 untuk body massage.

Di Lareayu Spa juga terdapat Omah Kuliner yang menyediakan beragam makanan. ”Jadi yang nunggu juga tidak bosan dan bisa mencicipi makanan di sini”, terang Maya. Lareayu Spa akan mulai dibuka tanggal 15 Mei 2013, buka setiap hari dari pukul 10 pagi sampai 8 malam.

Teks: Veronika Sekar

Friday, May 17, 2013

Porsche Club Indonesia ‘Bali Drive 2013’

Setelah sukses menggelar Tour de Jogja 2012 tahun lalu, Porsche Club Indonesia bekerjasama dengan Eurokars Artha Utama – importir resmi Porsche di Indonesia - menggelar even serupa ‘Bali Drive 2013’, 9 hingga 12 Mei 2013 lalu. Even ini sekaligus merayakan 50 tahun kehadiran Porsche 911, salah satu model ikonik dari merek mobil ternama ini.

‘Bali Drive 2013’ melibatkan lebih dari 100 peserta dari Jakarta, Surabaya dan Bali serta 50 mobil Porsche dari berbagai macam model, mulai dari mobil Porsche 911 dari beberapa generasi seperti: 911 Carrera, 911 GT3 dan 911 GTS, serta sejumlah model lain seperti Cayenne, Panamera, Boxster, dan Cayman. Menurut Patrick Wijaya, Presiden Porsche Club Indonesia, driving di di salah satu pulau terindah di dunia ini merupakan sebuah acara spektakuler bagi para pemilik Porsche di Indonesia. "Ini merupakan acara yang tak terlupakan, karena kita bertemu dengan teman baru, dan bertumbuh dengan lebih erat karena memiliki kepentingan dan hasrat yang sama, rasa cinta untuk merek dan kendaraan” paparnya.

Acara ini didukung penuh oleh Eurokars Group of Companies, Porsche Centre Jakarta, Porsche Showroom Surabaya, CIMB Niaga, Nadya Autograha, KRISNA Holding Companies, Virtual Office dan Trisula Abadi Group.

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Porsche Indonesia

Wednesday, May 15, 2013

Djarum Black Autoblacktrough 2013

Djarum Black kembali mengadakan Autoblacktrough (ABT) 2013 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Event yang digelar selama dua hari 11-12 Mei tersebut, berhasil menarik antusiasme pengunjung. Lebih dari 100 peserta modifikasi dan ribuan pengunjung memadati venue JEC. Dengan adanya event ini, Djarum Black semakin diakui sebagai “The Hottest Hi Tech Modified Motorshow” di Indonesia.

“Yogyakarta selalu menjadi kota yang selalu menarik bagi Autoblackthrough, ajang lomba dan pamer kehebatan modifikasi otomotif paling inovatif, kreatif dan ekstrim di tanah air. Program yang ditujukan untuk memotivasi para modifikator untuk dapat menggali ide, kreasi self expression, dan komersil dalam mempromosikan bengkel modifikasinya, menjadi ajang tolok ukur bagi mereka.” ujar Raymond Portier, Brand Manager Djarum Black.

ABT merupakan ajang kompetisi paling lengkap dengan yang menantang pecinta modifikasi audio hingga performa mesin. Menggunakan peralatan paling canggih yang tak dijumpai di kompetisi serupa, ABT semakin bergengsi sebab memakai dua orang juri luar negeri asal Singapore yang terlibat di Tokyo Auto Salon. Kompetisi mobil modifikasi di Jepang yang selalu menjadi barometer modifikasi dunia selain Specialty Equipment Market Association (SEMA) Show di Amerika. Dalam event ini, gelar paling bergengsi “The King Autoblackthrough” seri Yogyakarta disabet oleh Toyota Yaris milik Aban dari komunitas K.O.G. Mobil tersebut dibuat oleh Signal Kustom Built asal Bandung, Jawa Barat dengan sangat serius sebagai kendaraan kontes.

Teks: Veronika Sekar

Tuesday, May 14, 2013

Jogja Travel Mart 2013: Tawarkan Potensi dan Daya Tarik Wisata Petualangan



Di Indonesia, tidak banyak destinasi wisata yang memiliki potensi dan daya tarik yang begitu beragam seperti yang ada di Kota Yogyakarta. Potensi sosial budaya yang dimilikinya, dapat diolah menjadi beragam paket wisata. Dari wisata sejarah, wisata budaya, wisata religi, wisata alam, wisata kuliner, wisata belanja, wisata pendidikan, hingga beragam jenis wisata minat khusus lainnya. Laksana magnet, kota dengan beragam atribut ini seolah tak pernah jenuh memancarkan daya tarik untuk memikat kehadiran wisatawan, baik dari penjuru Nusantara maupun mancanegara.

Ikon wisata Yogyakarta pun tak lagi didominasi oleh destinasi klasik seperti Keraton, Malioboro, Candi Prambanan, Candi Borobudur atau Pantai Parangtritis. Berbagai atraksi dan aktifitas seni budaya tergelar berkala sepanjang tahun, baik tradisional maupun kontemporer. Komunitas lokal dengan karakteristik khasnya tersebar dari pusat kota hingga penjuru desa. Destinasi alternatif pun tersedia dalam beragam pilihan untuk dikunjungi, tak sebatas pada warisan budayanya yang tersohor di penjuru dunia. Tak kalah menarik, dalam dasawarsa terakhir ini, pariwisata Yogyakarta semakin disemarakkan dengan hadirnya wisata alam alternatif yang menampilkan kekayaan ‘geoheritage’ yang sebelumnya tak terlampau dikenal luas. Sebut saja deretan pantai dan goa-goa eksotis serta gunung api purba di wilayah Gunung Kidul, serta kawasan di seputar Taman Nasional Gunung Merapi di wilayah Sleman.

Untuk semakin memasyarakatkan potensi dan daya tarik wisata itu, para pelaku industri pariwisata di Yogyakarta secara kolaboratif menggelar acara Jogja Travel Mart 2013 yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 8 Mei 2013 lalu. Setelah sukses mengusung tema ‘heritage’ di tahun 2012 lalu, agenda tahunan yang sudah digelar untuk keempat kalinya ini memilih potensi wisata petualangan (adventure) sebagai unggulannya, dengan mengangkat tema ‘Jogja Adventure Tourism Destinations’. Jenis wisata ini dinilai sebagai salah satu daya tarik yang belum banyak diketahui oleh wisatawan, baik Nusantara maupun mancanegara.

Tak kurang dari 122 buyers yang hadir, diantaranya 40 dari Thailand, 30 dari Malaysia, 15 dari Singapura, sejumlah buyers yang datang dari Jepang, Korea, Australia dan India, serta buyers dari dalam negeri. Agenda utamanya adalah sesi B2B (business to busines) yang diselenggarakan di hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa pada tanggal 6 Mei 2013. Acara dalam format table-top ini menjadi ajang komunikasi antara para buyers yang didominasi oleh pengelola biro perjalanan wisata dengan para sellers yang terdiri dari kalangan biro perjalanan wisata, pelaku bisnis perhotelan, badan promosi pariwisata,serta sejumlah pelaku industri pariwisata lainnya. Dari agenda utama ini diharapkan akan muncul transaksi langsung atau kerjasama berkelanjutan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak, disamping menjadi ajang promosi langsung potensi pariwisata Yogyakarta berikut fasilitas dan paket-paket wisata yang dimilikinya.

Jogja Travel Mart 2013 ini melibatkan kerjasama antara Dinas Pariwisata DIY, DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) DIY, BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, serta didukung oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko.

Teks & Foto: Agus Yuniarso

Sunday, May 5, 2013

Kemeriahan Jogja Bike Rendezvous 2013 “Save Indonesia Restore Something”



Akhir April 2013 lalu, kemeriahan agenda tahunan Jogja Bike Rendezvous (JBR) kembali mewarnai dan menyemarakkan pariwisata Yogyakarta. Lebih dari 1.000 bikers dari berbagai penjuru Nusantara, termasuk sejumlah bikers dari mancanegara, berkumpul di Jogja Expo Center (JEC) dalam suasana yang begitu akrab dan meriah.

Tahun ini, JBR yang sudah digelar untuk ke-8 kalinya sengaja mengusung tema “Save Indonesia Restore Something”, sebuah tema yang memiliki makna cukup luas. Satu tema yang menjadi ujud keprihatinan di tengah kondisi bangsa yang harus diperbaiki di segala sisi, sekaligus mencerminkan harapan seluruh rakyat Indonesia saat ini.

Tema ini juga menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab komunitas ini sebagai bagian dari Indonesia tercinta. “Dengan tema dan kemasan kegiatan yang menasional, diharapkan kegiatan JBR akan didukung oleh kalangan yang semakin luas, menjadi lebih baik dari penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya,” kata H. Muhammad Yazid, S.Ag., Ketua Pelaksana JBR 2013.

JBR 2013 ini diselenggarakan oleh Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Yogyakarta. Selain menekuni hobi berkendara motor besar dan serangkaian aktivitas sosial, organisasi yang berdiri tahun 1993 ini menjadi salah satu komunitas yang dipercaya mengemban tugas sebagai Honorary Ambassador of Tourism untuk Kota Yogyakarta, sebuah amanah yang ditetapkan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan hamengku Buwono X sejak tahun 2002. Posisi sebagai duta pariwisata Yogyakarta ini tentu bukan amanah yang mudah dilaksanakan. “Namun berdasarkan hasil evaluasi dari berbagai pihak, setiap penyelenggaraan JBR cukup mendatangkan multiply effect yang luas, baik dari sisi pencapaian hasil, profit, manfaat maupun dampaknya.” Ungkap Gatot Kurniawan, Ketua HDCI Yogyakarta.

Berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya, dalam JBR kali ini panitia sengaja tidak menggelar aksi konvoi keliling kota. Selama dua hari penyelenggaraannya, beragam kegiatan digelar memusat di dalam ruangan Gedung JEC. Kesemuanya dikemas untuk mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, baik antar bikers, juga antara bikers dengan masyarakat Yogyakarta.

Berbagai kegiatan menarik yang digelar antara lain lomba panco, lomba tarik tambang, lomba loud pipe, lomba slow ride, hingga lomba makan sosis. Masyarakat luas berkesempatan terlibat dalam sejumlah kegiatan seperti lomba foto, donor darah dan pementasan kesenian tradisional. Namun seperti biasanya, ribuan pengunjung jauh lebih tertarik untuk sekedar “cuci mata”, menikmati pemandangan langka dimana ratusan motor besar dengan berbagai merek dan model yang tampak gagah dan bergengsi, baik yang tertata dalam barisan rapi maupun yang dipajang diatas stage khusus.

Teks: Agus Yuniarso; Foto: Abed, Agus Yuniarso

Wednesday, May 1, 2013

INNA Garuda Pecahkan Rekor MURI untuk Replika Tugu Yogyakarta Tertinggi dari Coklat

INNA Garuda Yogyakarta, sebagai salah satu unit PT. Hotel Indonesia Natour (Persero) yang bergerak di bidang layanan jasa khususnya perhotelan, pada tanggal 29 Juni 2013 mendatang genap berumur 28 tahun. Sebagai pembuka rangkaian acara HUT tersebut, pada Sabtu, 27 April 2013 lalu diadakan Pemecahan Rekor MURI dengan tema “Replika Tugu Yogyakarta Dari Coklat Tertinggi, 8,88 Meter” di lobby hotel.

General Manager INNA Garuda, Yayan Hidayat mengatakan alasan pemilihan Tugu Yogyakarta karena merupakan sebuah karya simbolis monumental Kraton Ngayogykarta Hadiningrat menggambarkan kesatupaduan (golong gilig) antara raja dengan rakyatnya. “Kami mencintai Yogyakarta dan kami ingin mempersembahkan Replika Tugu Yogyakarta ini sebagai atraksi wisata yang dapat mendukung pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta”, jelas Yayan Hidayat.

Replika Tugu Yogyakarta ini menggunakan bahan dari styrofoam dan 198 kg compound coklat dengan luas lantai dasar 5,30 meter dan tinggi mencapai 8,88 meter. Dalam membuat replika tersebut melibatkan seluruh karyawan dari berbagai departemen/bagian dan proses pengerjaannya memakan waktu 16 hari. Selanjutnya replika Tugu Yogyakarta tersebut akan dipamerkan di lobby hotel INNA Garuda.

Teks: Veronika Sekar
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.