468x60bannerad

Sunday, September 15, 2013

“Dawai-Dawai Dewa Budjana” Gabungkan Rasa Berbeda


Gitaris kenamaan tanah air Dewa Budjana pada Jumat malam, 30 Agustus 2013, tepat di ulang tahunnya yang ke-50, menggelar sebuah pameran dengan serangkaian acara menarik, seperti bedah buku “Dawai-Dawai Dewa Budjana” dan workshop fotografi. Acara yang digelar selama tiga hari di Museum Nasional Jakarta dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu.

Kepada media yang menghadiri acara pembukaant, Budjana menjelaskan bahwa proses kreatif pameran ini sudah dimulai sejak tahun 2002. Saat itu, Budjana meminta bantuan seorang sahabatnya, pelukis Putu Sutawijaya, untuk menggambar di atas badan gitarnya. Budjana mengaku sangat kagum dengan hasil karya Putu. Kemudian dirinya berinisiatif mengajak sejumlah perupa kenamaan untuk melukis di atas gitar kesayangannya. Bahkan, Budjana mempersilakan para perupa tersebut untuk memotong-motong gitar kesayangannya supaya mereka lebih bebas mengekplorasi karyanya.

Beberapa seniman yang dilibatkan dalam pameran adalah para perupa yang sudah memiliki nama besar, seperti Nyoman Gunarsa, Djoko Pekik, Agus Suwage, Heri Dono, Masriadi, Erika, Jeihan, Made Wianta, Nasirun, Yunizar, Srihadi Soedarsono dan masih banyak lagi. Budjana mengungkapkan bahwa dirinya sengaja memilih para seniman dan perupa dari berbagai genre dan generasi yang berbeda. Rencananya, semua koleksi gitar tersebut akan dipamerkan secara permanen mulai akhir tahun 2014. Oleh karenanya, dirinya kini sedang menyiapkan pembangunan museum gitar di Payongan, Ubud, Bali. Tak hanya koleksi gitarnya yang akan dipamerkan, namun beberapa gitar-gitar musisi tenar lainnya juga akan dipamerkan karena sebagian sudah ada yang berminat menghibahkan.

Pada acara pameran tersebut, Dewa Budjana juga merilis buku keduanya yang berjudul “Dawai-Dawai Dewa Budjana” yang isinya penggabungan dari beberapa elemen sekaligus, seperti seni rupa dan seni suara, gambar atau ukiran, dengan gitar sebagai instrumen musik. Tak hanya itu, Budjana juga melibatkan unsur fotografi dalam pembuatan bukunya. Menurutnya, tujuan buku ini lebih ke soal hubungan dalam pertemanan di dalam seni, baik seni rupa, seni musik maupun fotografi.

Dalam bukunya, Budjana menggaet penulis Bre Redana dan para fotografer andal, seperti Jay Subiakto, Darwis Triadi, Rio Helmi dan lainnya untuk mengabadikan gitar-gitar lukisnya dalam bentuk foto. Budjana pun mengaku membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan buku tersebut. Budjana berharap, bukunya mendapat respon yang baik dari masyarakat.

Teks: Della; Foto: BK
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.