
Sabtu malam, 16 November 2013 lalu, merupakan suatu waktu yang boleh jadi adalah momen bersejarah bagi keluarga putra-putri mendiang Drs. I Gusti Ngurah Suthasoma. Pada malam itu, keluarga Suthasoma berkesempatan mengadakan Konser Syukur Mengenang Pencipta Hymne Gadjah Mada. Ya, Drs. I Gusti Ngurah Suthasoma adalah tokoh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pada masanya dulu berhasil menciptakan lagu yang kemudian digunakan sebagai hymne UGM.
Konser ini berawal dari gagasan keluarga Suthasoma yang memandang bahwa acara semacam ini memang perlu diadakan. Di samping itu, melihat pula bahwa dari tahun ke tahun dan secara turun temurun, Hymne Gadjah Mada sedikit mengalami perbedaan dari aslinya maupun cara pembawaannya. “Untuk itulah konser syukur ini lantas kami gelar. Ini juga muncul karena selama 61 tahun, dari awal Pak Suthasoma mengarangnya, sejak tahun 1952 sampai tahun ini, belum pernah diadakan tribut untuk beliau,” ujar putri pertama Suthasoma, I Gusti Ayu Budhi Irafani, yang juga ketua panitia acara ini kepada Kabare.
Hymne Gadjah Mada yang secara resmi diakui dengan surat keputusan tahun 1998 ini, sampai sekarang masih sering dikumandangkan pada acara-acara resmi UGM. Bagi UGM, Hymne Gadjah Mada merupakan ruh yang mengukir jiwa mahasiswa dalam persatuan dan kesatuan.
Secara khusus, mewakili keluarga Suthasoma, I Gusti Ayu Budhi Irafani, mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada UGM yang berkenan memfasilitasi dan menjadikan konser ini sebagai salah satu rangkaian acara Dies UGM ke-64.
Pada konser ini, puluhan pendukung hadir. Mereka adalah para sesepuh UGM, para relasi Suthasoma, mantan-mantan murid serta keluarga Suthasoma sendiri. Konser pun diawali dengan lantunan Hymne Gadjah Mada yang dibawakan oleh Paduan Suara Mahasiswa UGM dan Adoramus, kelompok paduan suara dari Jakarta.
Selengkapnya, acara ini dimeriahkan oleh Medical Chamber Orchestra, GMOC, PSM UGM, Paduan Suara Anak Vocalista Angels, Paduan Suara Ibu-Ibu Kusuma Santi, Paduan Suara Adoramus dan Aning Katamsi, tokoh dan penyanyi seriosa tanah air. Diperdengarkan 10 lagu karya karya I Gusti Ngurah Suthasoma dan 30 lagu lain. Aning Katamsi pun membawakan dua karyanya berjudul “Nirwana” dan “Kepada Bunda” diiringi dengan piano tunggal.
Pada kesempatan acara tersebut, pihak keluarga Suthasoma memberikan kepada UGM, diwakili Rektor UGM Prof. Pratikno, dokumen asli Hymne Gadjah Mada beserta sebuah buku.
Teks: FA Herru; Foto: Albert
