468x60bannerad

Tuesday, July 30, 2013

“The Renaissance of Javanese Art”

Judul di atas adalah tema yang diangkat dalam sebuah pameran seni di Amanjiwo Borobudur Resort. Tema tersebut diangkat untuk mengingat dan menghidupkan kembali kekayaan seni dan budaya Jawa yang dinilai makin terlupakan secara perlahan-lahan. Dalam pameran tersebut ditampilkan 16 karya lukisan dan 10 patung besutan empat seniman lokal yang dipamerkan di Amanjiwo Art Room.

Seniman-seniman lokal yang mempresentasikan hasil kerja mereka secara harmonis tersebut adalah pelukis produktif Agus Tomin dan Priyaris Munandar, serta dua pematung berbakat Teguh Priyono dan Pramono Pinunggul. Keempatnya merupakan seniman yang memiliki visi sama dengan Amanjiwo, yaitu melestarikan dan menghidupkan kembali seni budaya Jawa.

”Karya-karya ini sebetulnya merupakan ekspresi kami terhadap seni dan budaya Jawa, di mana ini adalah bagian dari ’manik-manik’ yang nantinya akan dirangkai menjadi kalung mutiara yang bagus,” ujar pelukis Agus Tomin yang lukisannya memvisualisasikan kegiatan tradisi budaya masyarakat Jawa.

Memang, pameran ini tidak akan berhenti sampai di sini. Namun akan terus berlanjut dengan pameran karya-karya seni yang lain. Dengan kultur resort yang mengadaptasi budaya Jawa, Amanjiwo sepenuhnya mendukung seniman-seniman lokal dan dengan bangga mempromosikan kesenian-kesenian dan budaya lokal, salah satunya dengan menggelar pameran seni seperti ini.

”Amanjiwo memang mencari seniman-seniman tersebut, lalu mendedikasikan diri untuk mereka,” ujar Amy Effendy, area butik dan galeri manajer Aman Resort Indonesia.

Pada pameran kali ini, karya seni lukis dan patung yang dipamerkan diharapkan dapat menghubungkan masa lalu dan masa sekarang. Ini dimaksudkan agar kebiasaan-kebiasaan tradisi yang dilakukan oleh nenek moyang dapat selalu diingat oleh generasi sekarang.

”Inspirasi dan harapan kami dari gelaran ini adalah untuk melestarikan, menjaga, dan menghidupkan kembali tradisi masyarakat Jawa. Kami mulai dari kegiatan kecil seperti ini dan mudah-mudahan nantinya dapat menjadi besar pengaruhnya. Sebab, penting bagi kami untuk melestarikan dan melahirkan kembali kebudayaan Jwa untuk generasi muda, ” tambah Amy.

Pameran seni ini, menurut Amy, adalah kali ketiga yang diselenggarakan Amanjiwo. Untuk kali ini, pameran digelar selama 4 bulan, mulai Juli hingga Oktober mendatang. Seperti yang telah diagendakan, ajang seperti ini akan selalu diadakan Amanjiwo tiga kali dalam satu tahun dengan memamerkan karya kesenian yang berbeda-beda.

Teks: FA Herru; Foto: Budi Prast
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.