Busana-busana batik yang menawan ditampilkan dalam sebuah perhelatan peragaan busana di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 18 Juli 2013. Dengan ragam hias yang menggambarkan kekayaan, simbol-simbol, dan keindahan flora-fauna Indonesia, batik-batik itu diolah dengan sat warna alami. Karena itu, peragaan busana yang diselenggarakan oleh Galeri Batik Jawa ini mengusung tema “Batik Indigo Alam untuk Semua Musim (Natural Indigo Batik for All Seasons)”.
Ragam hias batik Jawa pada dasarnya terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu geometric dan nongeometric, di antaranya dikenal ragam hias Parang, Kawung, Semen, Nitik, Lung-lungan, Sekar Jagad, dan perkembangan yang terjadi. Sebelum ada warna sintetik, lebih dari seratus tahun yang lalu, seluruh ragam hias batik Jawa telah tampil dengan pencelupan rintang warna alam. Kini, Galeri Batik Jawa mengembalikan lagi dengan pencelupan dingin zat warna alam.
Peragaan busana ini sekaligus menunjukkan perjalanan panjang Galeri Batik Jawa mengembangkan batik indigo. Selain itu, juga menunjukkan betapa ragam hias batik tradisi dari iklim tropis dengan pengolahan warna ini, mampu diselaraskan dalam gaya iklim empat musim.
Teks & Foto: Herlan
