468x60bannerad

Wednesday, July 17, 2013

Pameran Batik Sekarjagad

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang tak ternilai harganya. Hampir semua daerah di Indonesia mempunyai corak dan motif batik yang berbeda-beda. Untuk melestarikan kain batik tersebut, Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekarjagad menggelar Bazaar Batik Ramadhan dan Pameran Batik dengan Motif “Ragam Parang”. Pameran batik ini digelar tanggal 11-13 Juli lalu di Pendopo Wisma Kagama, Kompleks UGM, Bulaksumur, Yogyakarta. Dalam pameran tersebut dipamerkan motif batik ragam parang dari para kolektor yang selama ini masih terlibat dalam pelestarian batik.

Para kolektor batik tersebut diantaranya GBRAy Murdokusumo yang memamerkan koleksi parang seturun, parang kestop, parangseling grombol, dan baladewa. Selain itu Hani Winotosusatro turut memamerkan koleksi batiknya seperti parang barong, parang latar putih, parang keris, parang barong ageng, dan parang gandreh. Selain pameran juga diadakan bazaar batik yang diikuti oleh toko dan gerai batik yang tergabung dalam Paguyuban Sekarjagad. Peserta bazaar tersebut berasal dari Kebumen, Yogyakarta, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul.

Bazaar batik tersebut menampilkan produk batik dari toko-toko batik seperti batik cap, batik tulis, dan juga pakaian jadi. “Pameran batik seperti ini biasanya rutin tiga bulan sekali,”ujar Yuni salah satu peserta bazaar. Dalam pameran tersebut Yuni juga mendemonstrasikan cara membuat batik tulis. “Kainnya biasanya dua meter, jadinya biasanya satu minggu tergantung motif dan polanya,”jelasnya sambil menggoreskan canthing ke kain yang sudah digambar pola.

Teks: Veronika Sekar
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.