Para kolektor batik tersebut diantaranya GBRAy Murdokusumo yang memamerkan koleksi parang seturun, parang kestop, parangseling grombol, dan baladewa. Selain itu Hani Winotosusatro turut memamerkan koleksi batiknya seperti parang barong, parang latar putih, parang keris, parang barong ageng, dan parang gandreh. Selain pameran juga diadakan bazaar batik yang diikuti oleh toko dan gerai batik yang tergabung dalam Paguyuban Sekarjagad. Peserta bazaar tersebut berasal dari Kebumen, Yogyakarta, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul.
Bazaar batik tersebut menampilkan produk batik dari toko-toko batik seperti batik cap, batik tulis, dan juga pakaian jadi. “Pameran batik seperti ini biasanya rutin tiga bulan sekali,”ujar Yuni salah satu peserta bazaar. Dalam pameran tersebut Yuni juga mendemonstrasikan cara membuat batik tulis. “Kainnya biasanya dua meter, jadinya biasanya satu minggu tergantung motif dan polanya,”jelasnya sambil menggoreskan canthing ke kain yang sudah digambar pola.
Teks: Veronika Sekar
