468x60bannerad

Monday, July 8, 2013

Budaya Maritim dalam Seni Kontemporer ART | JOG | 13



Ratusan lempengan plat besi dari drum bekas menutupi bagian depan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), membentuk layaknya dinding kapal. Di depannya tampak komidi putar berdiameter 5 meter dengan tinggi 8 meter dihiasi dengan tujuh boneka besar berputar di lingkaran luar komidi putar. Tujuh boneka besar tersebut menggambarkan petualang, pedagang, ahli agama, ahli gambar, juru masak, ploitisi atau diplomat, dan ahli bahasa. Bagian dalam komidi putar dikelilingi oleh boneka-boneka berukuran sedang dengan sesosok boneka kecil sebagai pusatnya. Itulah “Finding Lunang”, karya Iwan Effendi yang berkolaborasi dengan Papermoon Puppet Theatre. Lunang, dimaksudkan sebagai simbolisasi Nusantara yang masih polos dan belum terjamah. Sementara ketujuh petualang tersebut adalah perwujudan dari mereka yang pernah mengisi sejarah Nusantara.

Masuk ke dalam gedung TBY, ratusan karya dari seniman baik lokal maupun mancanegara yang terlibat dalam ART|JOG|13 dipajang. Pameran seni ini terbagi menjadi 3 kategori yaitu Commision Work, Special Presentation, dan Art Fair. Dari 1.400 karya yang diajukan, setelah diseleksi, terpilih 158 karya dari 115 seniman di antaranya terdiri dari lukisan, patung, instalasi, video art, dan gabungan seni instalasi dan platform.

ART|JOG|13 merupakan bursa seni rupa kontemporer yang unik dan berbeda dengan art fair pada umumnya karena melibatkan seniman secara aktif untuk menghadirkan karya seni rupa berkualitas dari beragam medium. Ajang pameran seni yang diselenggarakan 6 - 20 Juli 2013 di TBY ini mengangkat tema “Maritim Culture”. Tema ini dimaksudkan sebagai pintu masuk pada pola pikir maritim yang sebenarnya sangat lekat dengan bangsa Indonesia dan bangsa lain yang mempunyai wilayah laut, namun sekarang secara terstruktur mulai dilupakan.

Maritim Culture tersebut salah satunya tertuang dalam karya Sri Astari yang bertajuk “Permisi”. Dalam karya tersebut, Sri Astari menampilkan sebuah kapal dan di atasnya terdapat layar yang bergambar Betty Bob yang mengenakan sarung dan kebaya nasional Indonesia. “Permisi” menjadi sebuah permohonan maaf atas keadaan maritim Indonesia yang perhatian dan nyaris terabaikan.

Selain itu, tentu saja masih banyak karya lain yang memukau. Dari kategori Special Presentation, di antaranya, terdapat karya video dari Stefan Sagmeister, seorang warga negara Amerika Serikat. Stefan sudah mendesain beberapa merek, grafis, dan kemasan untuk kliennya, seperti Time Warner, The Rolling Stones, Guggenheim Museum, dan HBO.

Sebagai pameran seni yang rutin digelar tiap tahun, ART|JOG|13 menjadi semacam outlet untuk melihat kecenderungan artistik terkini karya-karya seni rupa kontemporer Indonesia. Selain menikmati karya seni dalam ART|JOG|13, pengunjung yang tertarik dengan karya-karya tersebut juga memungkinkan untuk membelinya langsung dari seniman pembuatnya.

Teks: Veronika Sekar; Foto: Budi Prast
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.