468x60bannerad

Monday, July 1, 2013

Harmoni Nusantara,Lestarikan Kekayaan Budaya

Pertunjukkan tari klasik oleh para penari dari Jogja dan Bali pada Selasa, 25 Juni lalu tersaji apik di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Pertunjukkan tari klasik bertajuk Harmoni Nusantara tersebut menampilkan Sanggar Tunjung dari Ubud, Bali dan Sanggar Sasminta Mardawa dari Ndalem Pujokusuman, Yogyakarta. Pertunjukan ini juga dimeriahkan oleh seniman tari yang sudah kondhang, Didik Nini Thowok. Acara ini bertujuan untuk melestarikan tarian dan tetabuhan klasik dari kekayaan budaya nusantara.

Dalam acara tersebut Sanggar Tunjung menampilkan beberapa tari klasik Bali diantaranya Tari Windu Pranawa, Tari Barong Ket, dan Tari Semaya (Telek, Jauk, Panamprat, Rangda, Keris), sedangkan Sanggar Sasminta Mardawa menampilkan tari Jawa seperti Tari Serimpi, Tari Golek Menak Putri, dan Tari Golek Menak Kakung. Didik Nini Thowok menampilkan Tari Dwi Muka Jali yang memadukan berbagai gerakan khas Jawa dan Bali (Jali) yang dikemas dengan gerakan-gerakan atraktif dan penuh nuansa komedi.

Harmoni Nusantara diselenggarakan oleh Paguyuban Sanggraheng Lokika, Sanggar Tunjung, dan Sanggar Natya Lakshita – Didik Nini Thowok, sebagai bentuk empati serta kepedulian atas semakin meluasnya krisis identitas yang menghinggapi sebagian besar anak bangsa. Diharapkan melalui pertunjukkan ini dapat menjadi pemantik guna mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat untuk kembali pada identitas sebagai bangsa dengan budaya yang adiluhung.

Teks: Veronika Sekar
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.