468x60bannerad

Saturday, March 1, 2014

Indonesia Fashion Week 2014, Sebarkan Arus Lokal dengan Kompetisi dan Tren Indonesia

Indonesia Fashion Week kembali menghebohkan dunia fashion Indonesia. Acara yang digelar pada 20 sampai dengan 23 Februari 2014 itu memiliki konsep yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini IFW berusaha membuat arus baru di dunia fashion yaitu arus kecintaan masyarakat Indonesia akan produk lokal. Indonesia Fashion Week telah sampai pada satu konsep bahwa untuk memajukan fashion Indonesia dibutuhkan kebanggaan dan ciri khas tersendiri yang membuahkan prestasi.

Dengan kampanye itu, Indonesia Fashion Week sadar bahwa produsen harus dibimbing untuk membuat produk lokal yang inovatif dan modern agar mampu bersaing dengan produk asing. Berangkat dari konsep tersebut, Indonesia Fashion week 2014 memunculkan ide untuk menyatukan potensi desainer dan brand. Indonesia Fashion Week bersama Asosiasi Pengusaha Garmen Indonesia (APGAI) mengawinkan kreatifitas desainer dan kemapanan retail brand lokal. Kolaborasi ini akan menunjukkkan bahwa desainer dan brand bisa bersatu.

Hal inilah yang mendasari lahirnya Local Movement; sebuah ajakan untuk mencintai produk lokal dan cinta Indonesia. Bayangkan apabila mayoritas rakyat Indonesia cinta akan negaranya, tentunya mereka akan menjadi "duta-duta perubahan" bagi negara ini. Melalui Indonesia Fashion Design Competition (IFDC) presented by Dulux, Indonesia Fashion Week berusaha melahirkan aset-aset Local Movement selanjutnya. Dengan konsep ready to wear para peserta ditantang untuk menciptakan produk berkonten lokal yang mampu memenuhi standar dan kualitas global.

Selanjutnya pemenang mendapat tantangan lebih tinggi lagi yaitu bersaing dengan produk dari negara lain di ajang fashion berskala internasional di luar negeri. Para pemenang kompetisi ini sebelumnya telah berhasil meraih pencapaian yang membanggakan. Fransisca Phang dan Vonny Chyntia Kirana (pemenang IFDC 2013) sukses menggaet banyak buyer international di Hong Kong Fashion Week. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya dengan olahan yang tepat, desain Indonesia dapat diterima oleh pasar internasional.

Sementara itu kaitan Local Movement dengan tren adalah mempromosikan fashion Indonesia ke tingkat dunia dengan mengedepankan aset kekayaan budaya. Sudah saatnya Indonesia melaju dengan ciri khas sendiri mengingat negara ini memiliki banyak inspirasi budaya, sumber material dan kreativitas SDM tanpa batas.

Untuk itu, Indonesia Fashion Week yang digawangi oleh APPMI membentuk tim Indonesia Trend Forecasting bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Berbagai pihak dari pemerintah, asosiasi, desainer, media, sekolah mode, pengamat mode hingga seniman turut bekerja sama merumuskan Indonesia Trend Forecasting yang akan menjadi dasar penciptaan dan sosialisasi dan promosi fashion Indonesia ke tingkat dunia.

Local Movement tidak akan berhenti hingga pelaksanaan Indonesia Fashion Week (20-23 Februari 2014 di Jakarta Convention Center) selesai diadakan. Gerakan bangga dan cinta Indonesia ini harus menyebar tidak hanya di bidang fashion dan bidang kreatif lainnya saja, namun di seluruh aspek kehidupan. This is our movement, Our Local Movement!

Teks & Foto: Herlan
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.