“Pertukaran pemuda ini merupakan program Rotary International, dimana Rotary memberi kesempatan kepada para pemuda dari berbagai negara untuk merasakan hidup di negara lain. Selama setahun full mereka melakukan berbagai aktivitas, seperti belajar bahasa Indonesia, budaya dan sebagainya. Dan festival makanan kali ini merupakan salah satu agendanya,” ujar ketua panitia festival kuliner ini, Gabe Nurcahyo Wisudanto.
Para pemuda atau siswa-siswi dari delapan negara yang tahun ini mendapat kesempatan belajar di Yogyakarta, siang itu tampak sibuk menyiapkan makanan-makanan kreasi mereka. Mereka berasal dari Amerika, Brazil, Jerman, Jepang, Kolumbia, Kanada, Taiwan, dan Belgia. Sedangkan dari Indonesia diwakili tuan rumah R&B Grill.
Ditambahkan Gabe Nurcahyo Wisudanto, festival ini bertujuan memperkenalkan makanan khas dari masing-masing negara perserta tersebut kepada para pengunjung ataupun peserta sendiri. Jika biasanya diplomasi budaya hanya melalui tarian atau kesenian, dengan festival ini Rotary ingin memperkenalkan budaya lewat makanan. Program pasar makanan Rotary seperti ini juga digelar di negara lain.
Teks: FA Herru
