Menyoal bandara di Yogyakarta, General Manager PT Angkasa Pura I, Andi G Wirson, memaparkan selebihnya dalam acara talkshow bertajuk Grha Warta Kabare. Acara ini diselenggarakan oleh Kabare Grup pada Rabu, 26 Februari lalu di Hotel Sheraton Yogyakarta.
Mengangkat tema “Bandara Yogyakarta, Dulu, Sekarang dan Nanti”, Andi G Wirson menyatakan bahwa saat ini Bandara Adisutjipto telah melayani 56 penerbangan dengan kedatangan orang sekitar 5 juta per tahun yang keluar-masuk Yogyakarta. Namun dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan orang serta banyaknya maskapai penerbangan yang antusias ingin masuk ke Yogyakarta, Bandara Adisutjipto dinilai tidak cukup lagi menampung. Itulah sebabnya, mengapa Yogyakarta butuh bandara internasional baru yang dapat menampung.
Ia juga mengungkapkan, bandara internasional yang akan segera direalisasikan di daerah Temon, Kulonprogo, akan dibangun dengan konsep airport city, di mana komplek bandara akan tampak seperti kota terpadu yang di sekelilingnya akan dibangun pula mall, rumah sakit, serta stasiun kereta api. Siapapun yang berkehendak, bisa pula ikut berinvestasi di situ.
Selain untuk tujuan itu, pengembangan bandara internasional baru yang sedianya ditargetkan dapat mulai beroperasi tahun 2017, diharapkan dapat meraup paling tidak 10 juta penumpang per tahunnya, serta yang utama adalah mengangkat perekonomian dan kesejahteraan Kabupaten Kulonprogo dan sekitarnya. Karena dengan itu, daerah Kabupaten Kulonprogo yang selama ini geliat perkembangannya sangat lamban, akan dapat berubah cepat.
Acara yang dipandu host Indro ‘Kimpling’ Suseno ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan bidang pariwisata, perhotelan dan juga restoran. Di antaranya GM Garuda Indonesia Anshori , ketua PHRI Istijab, ketua Asita Edwin Himma, ketua Fosipa Sabirin, dan masih banyak lagi. Hadir pula jajaran PT Angkasa Pura I.
Dalam talkshow tersebut, para hadirin pun mengungkapkan, menyumbang pandangan, pemikiran serta dukungannya pada rencana itu. Seperti soal bagaimana mengatasi masalah-masalah yang akan dihadapi, misalnya infrastruktur. Kemudian, juga mengenai bagaimana nantinya Yogyakarta dapat menahan para pengunjung untuk dapat lebih lama stay. Sebab sejatinya telah ada asumsi bahwa berwisata di Jogja bisa dilakukan dalam sehari saja. Artinya, dalam sehari, pengunjung sudah dapat menikmati berbagai tempat wisata.
“Salah satu hal yang kami yakin, mampu menjadikan bandara Yogyakarta masuk 10 besar terbaik se-Asia dengan pindah. Harapan kami, masyarakat bisa bersama-sama mewujudkan mimpi ini. Tentu masyarakat Yogyakarta juga akan ikut bangga jika memiliki bandara berkelas dunia," ujar Andi Wirson.
Teks: FA Herru; Foto: Albert
