468x60bannerad

Sunday, January 12, 2014

GM Royal Ambarrukmo Rayakan Ulang Tahun Dengan Bersepeda

Kenangan akan selalu melekat dalam kehidupan manusia. Roda waktu yang terus berputar, akan mengalirkan ragam peristiwa yang sarat akan suka cita atau duka lara. Menghiasi waktu yang terus berganti. Menambah cerita yang selalu tersimpan. Kenangan tidaklah harus berhubungan dengan masa lalu. Di masa yang sekarang pun membuat kenangan adalah hal yang wajar dilakukan. Salah satunya adalah peringatan hari lahir.

Setiap orang akan memaknai hari jadi kelahiran dengan cara yang berbeda. Mengundang keluarga, sahabat, atau rekan kerja dalam sebuah pesta kecil lazim dilakukan. Berulang tahun dengan mengadakan kegiatan sosial juga bisa dijadikan pilihan. Banyak cara yang bisa dilakukan. Tidak perlu serius, atau santai. Cara nyleneh pun juga bisa dilakukan.

Belum lama ini GM Royal Ambarukkmo genap menginjak usia ke 50 tahun. L Sudarsana merayakannya dengan cara yang berbeda. Beliau mengundang sahabat terdekat untuk merayakan hari ulang tahunnya dengan bersepeda. Rute Imogiri – Parangtritis sengaja dipilih, karena selain medannya menantang, tawaran pemandangannya pun juga tak kalah menarik.

Jumat, 10 Januari 2014 menjelang siang puluhan sepeda telah berjejer rapi di terminal Imogiri. Dandanan khas pebalap sepeda sudah dikenakan oleh masing-masing peserta, tak terkecuali L Sudarsana. Rombongan yang tergabung dalam komunitas mancal.com ini terdiri dari berbagai instansi seperti Kabare, Royal Ambarrukmo Hotel, Madflash dan beberapa penggiat sepeda lainnya.

Tak ingin menunggu lama, sepeda lekas dikayuh. Perlahan namun pasti, rombongan mulai meninggalkan terminal Imogiri. Teriknya sinar matahari tak mengurangi semangat para peserta. Sesekali riuh tawa terdengar. Wajah L Sudarsana Nampak begitu ceria. Desiran angin pedesaan yang sejuk menemani rombongan membelah jalan Imogiri. Jalan aspal yang rata perlahan berubah menanjak. Sontak seluruh rombongan merubah posisi gear sepeda agar mudah mengayuh. Beberapa peserta tampak terus mengayuh. Namun, tak sedikit pula yang kelelahan dan terpaksa turun menuntun sepeda. Meski memasuki medan yang berat, tawa lepas justru kembali terdengar. Semangat peserta justru semakin kuat.

Jalan yang dilalui tak hanya aspal mulus, tapi juga jalanan berbatu yang beralas tanah. Peserta tanpa ragu menerjang. Adrenalin mengalir deras ketika sepeda dengan gesit menghindari bebatuan dan pohon yang tumbang. Beberapa peserta ada juga yang terjatuh.

Jembatan Imogiri menjadi checkpoint pertama. Rombongan sejenak melepas lelah, sambil mengecek sepeda. Membenarkan rantai yang kendur, memompa ban, atau mengencangkan jeruji ban. Rasa lelah masih belum begitu terasa. Kehadiran teman dekat justru memiliki makna tersendiri terutama bagi L. Sudarsana. Setelah cukup beristirahat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Para peserta seperti sudah terbiasa bersepeda. Terbukti dengan stamina yang masih terjaga, dan semangat yang tak kendur. Angin pantai selatan mulai tercium. Hembusannya begitu kencang. Hamparan yang luas sudah di dekat mata. Peserta justru kian deras mengayuh sepeda.

Pantai Parangtritis sudah siap menyambut rombongan. Seremonial sederhana dilakukan di pantai Parangtritis khusus untuk L. Sudarsana. Doa bersama menjadi bagian acara. Mengucap syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah hidup yang begitu indah. Satu per satu peserta mengucapkan selamat ulang tahun kepada L Sudarsana. Hari itu merupakan hari yang istimewa bagi L Sudarsana. Menambah kenangan yang dapat diundang kapan saja.

Teks: Arif Tedja Mukti; Foto : Dok. RAY
Copyright © Restorium - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.