“Satu Indonesiaku Songsong Mentari 2013” merupakan sebuah pergelaran agung mozaik khatulistiwa yang mencerminkan keanekaragaman budaya Nusantara. Sajian ini merupakan bentuk perwujudan semangat Bhineka Tunggal Ika yang dikemas dalam suatu pergelaran kolaborasi seni tari, musik dan vokal yang didukung ratusan seniman andal. Pergelaran ini juga diramaikan dengan operet yang dibawakan oleh Sule KW dan didukung oleh 300 artis potensi seni TMII.
Direktur Operasional TMII, Ade F. Meliala, mengatakan bahwa sajian ini merupakan salah satu wujud rasa syukur TMII karena di tahun 2013 mampu mencapai target sebagaimana yang diharapkan. “Melalui pergelaran ini, kami ingin memohon dukungan kepada masyarakat Indonesia agar di tahun 2014 ini TMII dapat dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia tak benda dari UNESCO, untuk kategori cara-cara terbaik sebagai ruang penciptaan budaya dalam pelestarian perlindungan, pengembangan, pendidikan kebudayaan kepada generasi penerus (the best practice),” ujar Indah.
Nominasi ini diusulkan oleh Pemerintah RI atas dasar berbagai capaian prestasi dan kesungguhan dalam pengelolaan TMII yang secara terus menerus melestarikan ribuan nilai budaya dari berbagai daerah seluruh Nusantara. Seperti bahasa lokal, cerita rakyat, simbol budaya, alat musik, lagu daerah, seni tari, seni pertunjukan, ornamen, produk arsitektur, kuliner khas daerah, upacara adat, kepercayaan dan lain sebagainya.
Pergelaran “Satu Indonesiaku Songsong Mentari 2014” yang diselenggarakan di Desa Seni TMII ini diharapkan dapat menjadi bentuk edukasi untuk melakukan pembinaan kesenian daerah kepada masyarakat. Dengan itu, masyarakat diharapkan dapat mengenal jati diri mereka dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dan dapat menghasilkan etika sopan santun melalui kesenian daerah.
Teks: Herlan; Foto: Ist.
