Semua bermula saat grup panggung wayang milik Lie Sien Kuan direkrut oleh Paku Buwono X untuk mengisi pentas di Taman Sriwedari pada tahun 1899. Pada waktu itu, pementasan yang dilakukan belum tetap atau memiliki jadwal yang rutin, dan masih mengikuti upacara-upacara yang ada. Dalam perjalanannya, kemudian pada tahun 1911, pementasan wayang oleh grup ini mulai tampil tetap di Kebon Rojo (Taman Sriwedari).
Pada tahun 1912, didirikan sebuah Persatuan Wayang Orang Sriwedari yang masih terdiri dari beberapa grup wayang orang. Persatuan ini dikepalai oleh seorang direktur, rademaker, yang konon diangkat oleh Sunan Paku Buwono X sendiri. Masa jaya Wayang Orang Sriwedari adalah sekitar tahun 1956-1980. Ketika itu kondisi ekonomi sulit dan banyak orang ingin mencari hiburan tontonan, sementara tidak ada pilihan hiburan lain.
Dan pada 21 Juni 2013 adalah tahun ke 102 Wayang Orang Sriwedari berdiri. Pada tahun ini, Wayang Orang Sriwedari mencoba untuk semakin memperkenalkan budaya seni wayang orang khas Sriwedari. Tidak hanya di kota Surakarta melainkan di ibukota Jakarta.
Hal ini dilakukan agar masyarakat perkotaan semakin mengenal dan menyukai seni budaya wayang orang. Di samping itu juga untuk mengembalikan kejayaan grup seni wayang orang Sriwedari yang sempat meredup karena terdesak kemajuan zaman dan semakin banyaknya alternatif hiburan modern yang bisa dipilih masyarakat.
Dengan pementasan seni semacam ini, keindahan seni dan budaya dapat tetap termuat di tengah maraknya kehidupan metropolitan dan canggihnya teknologi. Selain itu dapat pula memperkaya wawasan kita dalam berkesenian, sekaligus menyajikan sebuah pergelaran seni yang menarik ditonton. Yang tidak kalah pentingn, semua ini adalah upaya untuk pelestarian seni dan budaya.
Mengambil Judul “Arjuna Tinandhing”, pentas seni wayang orang oleh grup Sriwedari kali ini banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan penuhnya kursi penonton yang ada di Gedung Kesenian Jakarta. Pementasan ini merupakan garapan dari seorang sutradara muda, Agus Prasetyo, yang juga merupakan pimpinan grup Wayang Orang Sriwedari saat ini.
Teks: Herlan; Foto: Istimewa.
